Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Respons Amerika, Lebanon Putuskan Akan Kerahkan Pasukan Demi Usir Israel

Respons Amerika, Lebanon Putuskan Akan Kerahkan Pasukan Demi Usir Israel Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lebanon menegaskan komitmennya untuk mengerahkan pasukan militer demi memperkuat stabilitas negaranya, hal ini ditegaskannya ke Amerika Serikat (AS). Langkah itu dilakukan menyusul adanya agresi militer yang dilakukan oleh Israel ke Lebanon Selatan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskanbahwa pemerintahnya berkomitmen memperluas kendali negara hingga ke perbatasan selatan yang berbatasan langsung dengan Israel. Langkah tersebut akan dilakukan melalui pengerahan Angkatan Bersenjata Lebanon.

Baca Juga: Roy Suryo Murka Cara Polisi Menangkapnya di Kasus Ijazah Jokowi: Tanpa Izin, Benar-benar Tidak Sopan

Komitmen itu disampaikan Aoun saat menerima Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Pertemuan tersebut turut membahas persiapan pelaksanaan kerangka kesepakatan yang melibatkan Lebanon, Israel dan Amerika Serikat.

Aoun kembali menegaskan bahwa pemerintahanya bertekad memperluas kewenangan negara melalui institusi militer hingga mencapai perbatasan internasional di wilayah selatan.

"Negara Lebanon bertekad memperluas kewenangannya melalui angkatan bersenjata hingga ke perbatasan selatan," demikian pernyataan resmi dari Kepresidenan Lebanon, dikutip Selasa (30/6).

Wilayah Lebanon-Israel selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan paling sensitif di Timur Tengah. Selain menjadi garis pemisah kedua negara, daerah tersebut juga merupakan basis kuat kelompok dari Hizbullah.

Pengerahan pasukan pemerintah hingga ke wilayah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kontrol negara sekaligus mengimplementasikan kesepakatan keamanan yang sedang disusun bersama Amerika Serikat dan Israel.

Aoun juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal itu diberikan atas perhatian sang presiden terhadap situasi keamanan dari Lebanon.

"Presiden Aoun berterima kasih kepada mereka atas perhatian yang ditunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Lebanon. Kami mengapresiasi upaya mereka dalam mewujudkan keamanan dan stabilitas, seraya menegaskan tekad negara kami untuk memperluas kewenangannya melalui angkatan bersenjata hingga ke perbatasan internasional di selatan," lanjut pernyataan resmi tersebut.

Meski demikian, implementasi penuh kesepakatan tersebut masih menghadapi tantangan. Pemerintah Israel sebelumnya telah mengisyaratkan tidak akan menarik pasukannya jika tak ada kontrol pemerintah dalam wilayah selatan dan sebelum kelompok militan dilucuti.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa stabilitas di sepanjang perbatasan masih bergantung pada perkembangan situasi keamanan dan proses implementasi kesepakatan yang tengah dibahas ketiga pihak.

Pernyataan Lebanon kepada Amerika Serikat ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memperkuat peran negara dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Baca Juga: Ada Tujuan Pribadi Jokowi di Safari ke Lampung: Pesan ke Prabowo hingga Masa Depan PSI

Dengan pengerahan pasukan nasional hingga ke perbatasan, pemerintah berharap dapat meningkatkan stabilitas sekaligus membuka jalan bagi pelaksanaan kesepakatan keamanan yang lebih komprehensif di Lebanon Selatan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar