Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sebut Rumah Digerebek Aparat Bermasker, Roy Suryo Samakan Penangkapannya dengan Adegan Film G30S/PKI

Sebut Rumah Digerebek Aparat Bermasker, Roy Suryo Samakan Penangkapannya dengan Adegan Film G30S/PKI Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengungkapkan pengalamannya saat ditangkap aparat kepolisian di kediamannya beberapa waktu lalu. Dalam wawancara bersama Bambang Widjojanto, Roy mengaku proses penangkapan berlangsung pada waktu subuh dan membuat keluarganya terkejut.

Menurut Roy, sejumlah petugas yang mengaku berasal dari kepolisian datang ke rumahnya tidak lama setelah ia melaksanakan salat Subuh. Ia mengatakan petugas meminta pintu rumah dibuka, sementara asisten rumah tangganya merasa ketakutan melihat kedatangan mereka.

"Satpam perumahan diseret ke situ, dibawa ke situ. Tapi enggak ada pengurus RT, enggak ada pengurus RW. Jadi pokoknya mereka cepat-cepatan suruh bukain pintu. Nah, pembantu saya takut. Dibukain pintu sama dia," ujar Roy.

Roy juga menyebut para petugas mengenakan rompi bertuliskan reserse dan memakai masker yang menutupi wajah mereka.

Roy mengaku situasi menjadi semakin tegang ketika sejumlah petugas naik ke lantai atas rumah. Saat itu, ia mengaku sedang berada di kamar mandi sebelum mendengar teriakan istrinya dari arah kamar tidur.

"Lalu langsung saya keluar masuk ke kamar tidur, ternyata mereka itu masuk kamar tidur secara paksa. Untung loh ini, istri saya itu habis salat tidurnya pakai celana tiga perempatan. Coba bayangkan kalau istri saya pakai daster," kata Roy.

Ia menyatakan keberatan atas tindakan tersebut karena dinilai telah mengganggu privasi keluarganya. Roy juga mengklaim tidak diberi kesempatan untuk berganti pakaian maupun membersihkan diri sebelum dibawa oleh petugas.

Dalam keterangannya, Roy membandingkan pengalaman yang dialaminya dengan adegan penangkapan yang digambarkan dalam film "Pengkhianatan G30S/PKI". Pernyataan tersebut merupakan analogi yang disampaikan Roy untuk menggambarkan suasana yang ia rasakan saat itu.

"Jadi persis adegan film yang kita geram betul, persis seperti film Pengkhianatan G30S/PKI. Jadi saya bisa merasakan itu," ujarnya.

Roy juga mengaku sempat meminta izin kepada penyidik untuk mandi atau setidaknya mencuci muka sebelum dibawa dari rumahnya. Namun, menurut pengakuannya, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh petugas.

"Enggak boleh! Saya dibentaknya, pokoknya enggak boleh," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat