Ekspor Lampaui 7 Miliar Dolar AS, Industri Komponen Otomotif RI Makin Mendunia
Kredit Foto: WE
Berdasarkan data GIAMM, industri otomotif roda empat mencatat pertumbuhan sebesar 14 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut memberikan efek positif terhadap industri komponen, sementara pasar kendaraan roda dua yang relatif stabil turut membantu menjaga utilisasi kapasitas produksi.
Di sisi lain, transformasi industri menuju kendaraan rendah emisi juga membuka peluang baru bagi produsen komponen dalam negeri. Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), baik untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) yang lebih efisien maupun kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga mencapai 80 persen juga dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Pemerintah terus memberikan dorongan melalui berbagai regulasi agar industri komponen nasional bisa semakin terintegrasi ke dalam global supply chain," kata Rachmat.
Baca Juga: Indonesia Bidik Belarus sebagai Pasar Baru Ekspor CPO
Kinerja ekspor industri komponen otomotif Indonesia pun menunjukkan tren yang positif. Sepanjang 2025, produk komponen buatan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 100 negara dengan nilai ekspor melampaui US$7 miliar.
Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara ASEAN masih menjadi pasar utama. Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa industri komponen otomotif nasional semakin mendapat kepercayaan dari pelaku industri global serta memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar ekspor pada tahun-tahun mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: