Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka suara terkait dengan hadiah pesawat jet dari Pemerintah Qatar. Menurutnya, negara tersebut telah mengeluarkan dana yang sangat besar untuk menghadiahkan sebuah jet mewah yang kini digunakan sebagai Air Force One.
Menurut Donald Trump, nilai investasi yang telah dikeluarkan sekutunya itu membuat pemerintahannya tidak perlu menghabiskan anggaran jauh lebih besar untuk membangun pesawat dengan spesifikasi yang sama.
Baca Juga: Pengadilan Berikan Satu Bulan untuk Negosiasi, Kasus Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
"Terus terang, kami tidak bisa membangun pesawat seperti ini karena kami tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu. Mereka mengeluarkan uang yang sangat banyak," kata Trump, dikutip Kamis (2/7).
Donald Trump mengatakan pesawat tersebut telah dirancang khusus dengan berbagai sistem keamanan dan teknologi yang dibutuhkan seorang presiden dari Amerika Serikat.
"Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden, itu berarti keamanan dan semua fitur tambahan yang mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tetapi itu benar-benar sesuatu yang luar biasa," ujarnya.
Ia juga mengaku puas setelah menjalani penerbangan pertama menggunakan jet tersebut. Dirinya mengatakan bahwa terdapat sejumlah fasilitas mewah yang sangat pantas untuk presiden dari Amerika Serikat.
"Sejujurnya, saya senang dengan penerbangan pertama ini. Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini," kata Trump.
Jet tersebut merupakan hadiah kenegaraan dari Pemerintah Qatar di 2025. Setelah diterima, pesawat menjalani proses modifikasi dan pengujian agar memenuhi standar operasional kepresidenan dari Amerika Serikat.
Meski demikian, keputusan menerima hadiah tersebut sempat menuai kritik dari sejumlah pihak. Para pengkritik mempertanyakan aspek etika, konstitusi serta keamanan penggunaan pesawat bernilai ratusan juta dolar yang berasal dari negara asing.
Trump membantah adanya ketidakpantasan dalam penggunaan jet tersebut. Menurutnya, biaya penyesuaian yang dikeluarkan pemerintah masih jauh lebih rendah dibandingkan jika negara harus membangun pesawat baru dari awal.
Baca Juga: Saat Negosiasi Berjalan, Amerika Serikat Bikin Minyak Iran Tak Laku di Pasar Dunia
Ke depan, pesawat hadiah tersebut hanya akan digunakan sebagai armada sementara. Pemerintah Amerika Serikat masih menunggu pengiriman dua pesawat kepresidenan baru yang diproduksi secara lokal setelah proyek tersebut mengalami serangkaian penundaan dan pembengkakan biaya selama beberapa tahun terakhir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: