Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saat Negosiasi Berjalan, Amerika Serikat Bikin Minyak Iran Tak Laku di Pasar Dunia

Saat Negosiasi Berjalan, Amerika Serikat Bikin Minyak Iran Tak Laku di Pasar Dunia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengklaim tekanan ekonomi yang diterapkan telah berdampak besar ke Iran. Industri minyak negara itu misalnya diklaim telah kesulitan untuk melakukan penjualan dalam pasar  internasional.

Washington menilai ancaman pemberlakuan kembali sanksi telah membuat mayoritas negara memilih menghindari pembelian minyak dari Iran. Kondisi tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang mendorong mereka kembali bersedia duduk di meja perundingan.

Baca Juga: Diungkap Purbaya, Harga Pertamax Bakal Segera Turun Pelan-Pelan di Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat, Scott Bessent mengatakan para pembeli masih khawatir terhadap potensi sanksi yang dapat diberlakukan sewaktu-waktu.

"Sejauh ini mereka belum dapat menjual minyak mereka, karena para pembeli sedikit was-was, apakah minyak tersebut akan dikenai sanksi lagi," kata Bessent, dikutip Kamis (2/7).

Iran akibat situasi tersebut kesulitan dalam mengekspor minyak karena mengalami tekanan di pasar internasional, yang membuat pasar mereka menjadi jauh lebih terbatas. Bahkan Bessent mengatakan bahwa hanya ada satu negara yang membeli minyak dari negara tersebut yakni China.

Amerika Serikat memandang kondisi itu sebagai momentum penting dalam proses diplomasi. Menurut Bessent, tekanan terhadap sektor minyak justru membuka peluang tercapainya penyelesaian melalui jalur perundingan dengan Iran.

"Inilah alasan bagi mereka untuk benar-benar menerima negosiasi ini," kata Bessent.

Pemerintah Amerika Serikat telah mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan direncanakan berlangsung di Doha, Qatar. Langkah tersebut diharapkan menjadi kelanjutan dari proses diplomatik yang tengah berlangsung di tengah tekanan ekonomi terhadap Iran.

Sementara itu, pemerintah setempat juga menaruh perhatian terhadap perkembangan harga minyak dunia yang mengalami penurunan setelah adanya perkembangan hubungan kedua negara.

Menurut Bessent, penurunan harga minyak mentah seharusnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui harga bensin yang lebih murah di stasiun pengisian bahan bakar.

"Mereka mungkin telah meraup keuntungan rekor dari penjualan eceran bensin, kini saatnya mereka berbuat sesuatu bagi rakyat dari Amerika," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha agar penurunan harga minyak global benar-benar diteruskan kepada konsumen.

Baca Juga: Senator Amerika Ngamuk usai Menlunya Trump Tak Bisa Jelaskan Keuntungan dari Perang Iran

"Saya mendorong mereka untuk bertindak sebagai pihak yang bertanggung jawab, terutama di tahun peringatan ke-250 kemerdekaan negara ini. Karena kami sedang mengawasi," kata Bessent.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar