Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Euforia Lolos ke 16 Besar Berujung Tragedi, 4 Suporter Tewas Saat Meksiko Rayakan Kemenangan Piala Dunia 2026

Euforia Lolos ke 16 Besar Berujung Tragedi, 4 Suporter Tewas Saat Meksiko Rayakan Kemenangan Piala Dunia 2026 Kredit Foto: FIFA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Euforia kemenangan Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026 berubah menjadi tragedi setelah empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam perayaan massal yang berlangsung di pusat Kota Meksiko, Selasa (1/7/2026) malam waktu setempat. Peristiwa memilukan itu terjadi hanya beberapa saat setelah El Tri memastikan tiket ke babak 16 besar usai menyingkirkan Ekuador.

Perayaan yang semula dipenuhi sorak-sorai berubah menjadi kepanikan ketika ratusan ribu hingga sekitar satu juta orang memadati kawasan Paseo de la Reforma untuk menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa yang disediakan pemerintah kota. Kepadatan massa diduga menjadi faktor utama yang memicu jatuhnya korban jiwa.

Departemen Kesehatan Kota Meksiko menyatakan tiga korban meninggal akibat mengalami sesak napas setelah sempat mendapatkan penanganan medis darurat. Korban terdiri dari seorang perempuan berusia 19 tahun, seorang pria berusia 44 tahun, dan seorang perempuan berusia 48 tahun yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit.

Korban keempat merupakan pria berusia sekitar 30 tahun yang sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kejang-kejang dan pendarahan saluran pencernaan. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal akibat serangan jantung.

Media lokal melaporkan kepanikan diduga dipicu oleh ledakan kembang api yang membuat kerumunan tiba-tiba berlarian secara bersamaan. Situasi tersebut menyebabkan banyak orang terjatuh dan terinjak-injak di tengah padatnya lautan manusia.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana mencekam ketika ribuan orang saling berdesakan tanpa ruang untuk bergerak. Rekaman lain juga menunjukkan bentrokan antarsuporter yang terjadi di sekitar Monumen Angel of Independence, salah satu titik pusat perayaan.

Seorang warga bernama Patricia Garcia mengaku suasana berubah sangat cepat dari pesta menjadi kekacauan yang sulit dikendalikan. Menurutnya, kemenangan memang layak dirayakan, tetapi keselamatan masyarakat seharusnya tetap menjadi prioritas utama.

"Saya tidak setuju dengan perayaan yang berlebihan. Anda tidak boleh membiarkan hal itu memengaruhi orang lain. Kebebasan memiliki batasnya, dan batas-batas itu adalah di mana kebebasan orang lain dimulai," ujar Patricia Garcia.

Sebelum pertandingan berlangsung, Pemerintah Kota Meksiko sebenarnya telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan. Penjualan minuman beralkohol dibatasi pada hari pertandingan dan jumlah layar raksasa diperbanyak agar konsentrasi massa tidak hanya terpusat di satu lokasi.

Selain itu, lebih dari dua kilometer ruas Paseo de la Reforma ditutup untuk kendaraan demi memberi ruang bagi masyarakat menyaksikan pertandingan secara bersama-sama. Namun, antusiasme luar biasa setelah kemenangan justru membuat kawasan tersebut dipenuhi lautan manusia hingga situasi sulit dikendalikan.

Baca Juga: Meksiko Menggila! Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 dengan Rekor Gawang 'Suci' nan Sempurna

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan penyebab insiden akan diusut secara menyeluruh. Pemerintah juga akan mengevaluasi sistem pengamanan menjelang laga babak 16 besar menghadapi Inggris.

"Masyarakat perlu merayakan dengan bertanggung jawab," kata Claudia Sheinbaum saat memberikan pernyataan kepada publik.

Kemenangan atas Ekuador sendiri menjadi momen bersejarah bagi Meksiko karena berhasil membawa mereka memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam empat dekade. Namun, keberhasilan tersebut kini dibayangi duka mendalam setelah perayaan berakhir dengan jatuhnya korban jiwa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: