Jelang Pemakaman Khamenei, Iran Ancam Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Kredit Foto: Istimewa
Iran kembali mengeluarkan peringatan keras terkait kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kematian Khamenei akan menghadapi pembalasan pada waktu yang dianggap tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menjelang pelaksanaan pemakaman kenegaraan Khamenei di Teheran.
Zolqadr menegaskan, berkas pembalasan atas kematian Khamenei dan para korban lain dalam konflik masih terbuka.
"Para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini, pada waktu yang tepat, akan menghadapi hukuman yang setimpal," tegas Zolqadr.
Ia juga menyatakan kematian Khamenei tidak akan mengubah doktrin keamanan nasional Iran, melainkan menjadi simbol perjuangan negara tersebut.
Khamenei diketahui tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, di hari pertama pecahnya perang di kawasan Timur Tengah. Saat itu, pemimpin spiritual Iran tersebut berusia 86 tahun.
Pemakaman yang sempat tertunda akibat konflik kini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026. Jenazah Khamenei akan disemayamkan di kompleks Grand Mosalla, Teheran, yang selama ini menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan dan kenegaraan berskala besar.
Selain Khamenei, jenazah anggota keluarganya yang turut menjadi korban serangan juga akan disemayamkan di lokasi yang sama.
Baca Juga: Perang Iran Bikin Panas Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi, Trump Sempat Ngamuk
Pemerintah Iran memperkirakan upacara pemakaman akan dihadiri sekitar 15 hingga 20 juta pelayat. Jika terealisasi, acara tersebut akan menjadi salah satu pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Iran.
Pemakaman digelar di tengah masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat setelah kedua negara menyepakati langkah awal untuk mengakhiri konflik. Namun, pernyataan terbaru dari pejabat keamanan Iran menunjukkan ketegangan masih membayangi hubungan kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: