Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Marriott Integrasikan Inventori Hotel ke Traveloka, Bidik Wisatawan Asia Tenggara

Marriott Integrasikan Inventori Hotel ke Traveloka, Bidik Wisatawan Asia Tenggara Kredit Foto: Traveloka
Warta Ekonomi, Jakarta -

Traveloka menandatangani kerja sama dengan Marriott International untuk menghubungkan inventori hotel Marriott secara langsung ke platform Traveloka. Kemitraan tersebut memberi akses harga real-time dan pilihan properti Marriott yang lebih luas bagi wisatawan di Indonesia dan Asia Tenggara, di tengah proyeksi pertumbuhan industri pariwisata kawasan hingga US$67,4 miliar pada 2031.

Melalui perjanjian tersebut, Traveloka ditunjuk sebagai Certified Online Travel Partner Marriott International. Integrasi langsung ini mencakup portofolio Marriott yang memiliki lebih dari 10.000 properti di 146 negara dan wilayah.

Chief Commercial Officer Asia Pacific excluding China Marriott International John Toomey mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar yang diprioritaskan Marriott di kawasan Asia Pasifik. Kerja sama dengan platform distribusi perjalanan regional diarahkan untuk memperluas jangkauan properti Marriott kepada wisatawan.

“Kolaborasi dengan Traveloka memperkuat kemampuan kami untuk menjangkau wisatawan di setiap tahap perjalanan mereka, sehingga proses menemukan dan memesan akomodasi menjadi semakin mudah. Sebagai platform teknologi perjalanan all-in-one terdepan di Asia Tenggara, Traveloka merupakan mitra strategis yang penting bagi kami untuk memperluas jangkauan, membuka peluang baru, serta menghadirkan lebih banyak pilihan dan kemudahan bagi wisatawan di Indonesia,” ujar John, dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (3/7/2026). 

Marriott saat ini mengoperasikan hampir 90 properti di Indonesia dan masih mengembangkan sejumlah proyek baru. Properti yang tersedia dalam kerja sama tersebut mencakup segmen hotel mewah, premium, hingga pilihan, antara lain JW Marriott, W Hotels, Westin, Sheraton, Moxy, dan Aloft.

Kerja sama ini berlangsung ketika nilai industri pariwisata Asia Tenggara diproyeksikan naik dari US$35,5 miliar pada 2025 menjadi US$67,4 miliar pada 2031. Kawasan ini juga diproyeksikan menyumbang 15,4% terhadap permintaan perjalanan global.

Traveloka mencatat minat pengguna terhadap properti Marriott di platformnya meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan terlihat dari pencarian dan pemesanan akomodasi Marriott oleh wisatawan Asia Tenggara, termasuk untuk properti di Asia Pasifik dan sejumlah kota di Indonesia.

Properti Four Points di Makassar, Surabaya, Medan, dan Bandung menjadi beberapa hotel yang banyak diminati pengguna Traveloka. Perseroan juga mencatat peningkatan minat pada properti Sheraton dan Marriott Hotels.

Chief Financial Officer Traveloka Yady Guitana mengatakan integrasi inventori Marriott akan mendukung proses pencarian dan pemesanan akomodasi melalui pemanfaatan data regional serta rekomendasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Di Traveloka, kami membantu wisatawan menemukan akomodasi yang paling sesuai pada saat yang tepat. Kini, hal tersebut semakin didukung oleh kemampuan kami dalam memahami kebutuhan wisatawan bahkan sebelum mereka memiliki rencana perjalanan yang matang,” ujar Yady.

Baca Juga: Termasuk Perhotelan, Prabowo Sebut BUMN di Beberapa Sektor Ini Tak Pernah Untung dan Bakal Ditutup

Baca Juga: Menteri Pariwisata Minta Tambahan Anggaran 200 Persen, DPR: Kurang Pas

“Dengan menggabungkan portofolio kelas dunia milik Marriott dengan data regional dan rekomendasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Traveloka, kami dapat menghadirkan pengalaman pemesanan yang lebih relevan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis Marriott yang berkelanjutan di kawasan ini.”

Selain Indonesia, Marriott memperluas jaringan di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Ekspansi tersebut didukung rencana investasi dan pengembangan properti hingga 2030.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri