Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan, Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah
Kredit Foto: Bank Mandiri
Bank Mandiri berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan nilai tumbuh kepada masyarakat. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Bank Mandiri terus memperkuat perannya dalam mendorong perekonomian kerakyatan dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di berbagai daerah.
Konkritnya, bank berlogo pita emas ini memberikan bantuan berupa mesin tetas telur, perlengkapan dan peralatan lainnya kepada Koperasi Pemasaran Widuri Karya Nusantara di Desa Wonosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi multipihak dalam Program Nasional Miskin Ekstrem Pasti Kerja “Emak-Emak Jadi Pengusaha” yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Melalui program ini, bank bersandi saham BMRI ini memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus menciptakan peluang usaha produktif bagi masyarakat rentan.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, bantuan tersebut dirancang untuk memperkuat model usaha produktif berbasis kawasan melalui budidaya Ayam Elba sebagai Ayam Petelur Berbasis Lokal yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai usaha, mulai dari penetasan bibit, pembesaran ayam, produksi telur, hingga distribusi dan pemasaran. Ia meyakini pengentasan kemiskinan memerlukan sinergi yang terintegrasi antara pemerintah, sektor swasta, koperasi, dan masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan akselerasi yang bertumbuh bagi ekonomi keluarga sekaligus membangun fondasi usaha yang berkelanjutan di tingkat desa. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus melayani sepenuh hati dengan menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan” ujar Adhika dalam keterangan resmi pada Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Donor Darah Bank Mandiri Tembus 7.000 Kantong pada 2026
Adapun program ini menyasar perempuan produktif usia 18 - 45 tahun dari keluarga penerima bantuan sosial desil 1 hingga 4 yang berada di Desa Wonosari. Mereka berperan sebagai pelaku utama usaha pembesaran ayam petelur yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.
Menurut Adhika, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus utama program ini karena perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi rumah tangga. Namun, masih banyak perempuan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap modal, pelatihan, maupun peluang usaha produktif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman