Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di level tinggi dan mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (6/7/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot berada di level Rp17.994 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 31 poin atau 0,17 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga berada di zona merah terhadap dolar AS. Kondisi ini dipicu oleh masih kuatnya permintaan investor terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Selain rupiah, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan setelah terkoreksi 0,25 persen. Peso Filipina juga melemah 0,17 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Belum Ganggu Kinerja Asuransi Properti
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Level Rp17.963 Meksi Setoran Pajak Korporasi Melambat
Sementara itu, yuan China melemah 0,10 persen, diikuti baht Thailand yang melemah 0,07 persen dan dolar Singapura yang terdepresiasi 0,06 persen. Adapun ringgit Malaysia melemah tipis sebesar 0,04 persen.
Di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia, sejumlah mata uang di kawasan Asia-Pasifik justru mampu mencatatkan penguatan. Dolar Australia menguat 0,13 persen terhadap dolar AS, sedangkan dolar Selandia Baru menguat sebesar 0,40 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: