Diungkap Gedung Putih, Begini Kelanjutan Nasib Diplomasi Iran-Amerika: Trump Sudah Menyampaikan...
Kredit Foto: Reuters/Jonathan Ernst
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan jalur diplomasi masih terbuka untuk Iran. Ia belum sepenuhnya tertutup meski ketegangan militer kedua negara kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Gedung Putih menyatakan peluang penyelesaian melalui perundingan masih terbuka, namun semuanya bergantung pada langkah yang akan diambil Teheran. Washington tetap berkomitmen mencari solusi diplomatik meski sebelumnya adanya pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: Dari Israel, Amerika Dibuat Ngeri Bocoran Rencana Pembunuhan Trump: Keberuntungan Saya Tak Akan Lama
"Amerika Serikat masih berkomitmen untuk menemukan penyelesaian dan pembicaraan teknis tetap berlangsung," demikian pernyataan dari Gedung Putih, dikutip Jumat (10/7).
Menurut Gedung Putih, Trump dalam beberapa hari sebelumnya memang telah memberikan respons atas tindakan Iran di Selat Hormuz. Namun Washington menegaskan kesediaannya tetap mematuhi isi nota kesepahaman selama hal tersebut juga dilakukan oleh Iran.
"Trump telah menyampaikan sikapnya dengan sangat jelas. Serangan Iran terhadap kapal-kapal tak bersalah ini merupakan tindakan terorisme," kata Gedung Putih
Ia menambahkan bahwa nota kesepahaman antara kedua negara bersifat berbasis kinerja atau performance-based. Dengan kata lain, keberlangsungan kesepakatan sangat ditentukan oleh kepatuhan kedua belah pihak terhadap isi perjanjian.
"MoU ini berbasis pada pelaksanaan komitmen, dan tindakan Iran menunjukkan kegagalan pelaksanaan pada tingkat yang tidak dapat diterima," lanjutnya.
Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara sebelumnya sepakat membuka kembali jalur pelayaran tanpa pungutan biaya selama 60 hari di Selat Hormuz. Namun, Iran berpendapat dokumen itu tetap memberikan hak kepada pihaknya untuk mengatur lalu lintas kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah negara di kawasan mulai bergerak mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Qatar, Pakistan, Turki, Mesir dan Arab Saudi dilaporkan telah melakukan serangkaian komunikasi intensif dengan pejabat Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Upaya tersebut bertujuan membuka kembali ruang dialog sekaligus menghidupkan kembali perundingan mengenai program nuklir yang sempat terhenti akibat meningkatnya aksi saling serang kedua negara.
Baca Juga: Efek Satu Langkah Keliru, Upaya Jokowi Penjarakan Dokter Tifa Melalui Kasus Ijazah Terancam Gagal
Pernyataan Gedung Putih ini mengindikasikan bahwa mereka belum sepenuhnya menutup peluang negosiasi. Namun, Amerika menegaskan kelanjutan proses diplomatik sepenuhnya bergantung pada sikap dari Iran. Apakah Teheran bersedia menghentikan tindakan yang dinilai melanggar nota kesepahaman dan kembali menjalankan komitmen yang telah disepakati sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: