Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Panggil Direksi Bank Mantap Terkait Dugaan Investasi Bodong

OJK Panggil Direksi Bank Mantap Terkait Dugaan Investasi Bodong Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menindaklanjuti dugaan penipuan investasi yang melibatkan seorang pegawai PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Kantor Cabang Purwokerto. Sebagai bagian dari proses investigasi, OJK telah memanggil jajaran direksi Bank Mantap untuk meminta penjelasan terkait kasus tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan pemanggilan tersebut dilakukan guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban, nilai kerugian, serta langkah pendampingan yang diberikan kepada nasabah terdampak.

“OJK telah memanggil Direksi Bank Mantap Untuk meminta penjelasan serta melakukan investigasi lebih lanjut terkait jumlah korban, nilai kerugian, dan pendampingan kepada nasabah terdampak,” kata Dian dalam konferensi pers RDKB, Jakarta, Kamis (9/6/2026). 

Selain melakukan pendalaman, OJK juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mendukung proses penegakan hukum atas dugaan investasi bodong tersebut.

Di sisi lain, OJK kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati sebelum menempatkan dana pada suatu investasi. 

Dicky menegaskan pentingnya menerapkan prinsip 2L, yakni legal dan logis, sebagai langkah awal untuk menghindari menjadi korban penipuan investasi.

Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil sangat tinggi atau too good to be true. Modus seperti ini umumnya menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun pada akhirnya investor justru kesulitan menarik dana yang telah disetorkan.

“Yang pertama adalah waspada dengan penawaran yang too good to be true yang menawarkan return yang tinggi, bahkan mereka mengatakan mungkin di sini gampang semuanya untuk mendapat return yang besar pada awalnya, tapi kemudian begitu berjalannya waktu ternyata kita tidak bisa akses dana kita,” jelasnya. 

Dicky juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran investasi yang datang dari orang yang tidak dikenal, media sosial, maupun pihak-pihak yang memberikan janji keuntungan tanpa dasar yang jelas.

“Jangan mudah percaya kepada misalnya penawaran-penawaran dari orang yang tidak kita kenal, atau kemudian di sosial media, atau pihak-pihak yang mungkin berusaha memberikan janji-janji kepada kita,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra