Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Antisipasi Lonjakan Populasi Lansia di 2045, Bank Mantap Siapkan Produk Reverse Mortgage

Antisipasi Lonjakan Populasi Lansia di 2045, Bank Mantap Siapkan Produk Reverse Mortgage Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Pulau Bali -

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menyiapkan strategi bisnis untuk menghadapi lonjakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia dalam dua dekade mendatang. 

Saat ini, jumlah penduduk senior (populasi senior citizen) di Indonesia mencapai sekitar 12,3 persen dari total populasi sekitar 280 juta jiwa atau setara sekitar 35 juta orang. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat menjadi sekitar 15 persen pada 2030 dan mencapai 18-20 persen pada 2045.

Dengan proyeksi tersebut, populasi lansia diperkirakan bertambah menjadi sekitar 50 juta orang dalam 10 tahun mendatang dan mencapai 60-70 juta orang dalam 20 tahun ke depan.

Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan, mengatakan transformasi bisnis dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat lansia yang terus berkembang. Menurutnya, Bank Mantap ingin mengambil peran sebagai life partner after retirement bagi para nasabah.

“Stakeholders menginginkan ada satu bank yang dalam naungan bank milik negara, bank milik pemerintah, yang spesifik mengurusi mengenai senior citizen. Itulah kami,” kata Pandji dalam Media Gathering di Ubud, Bali, Jumat (3/7/2026).

Panji menjelaskan karakteristik masyarakat senior saat ini berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kelompok lansia kini dinilai lebih aktif, melek teknologi (digital savvy), serta memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap kualitas hidup sehingga membutuhkan layanan keuangan yang lebih komprehensif.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Bank Mantap tengah menyiapkan berbagai produk dan layanan yang terintegrasi dengan sistem digital perusahaan, baik melalui jaringan kantor cabang maupun aplikasi digital Movin. 

Salah satu inovasi yang sedang dipersiapkan adalah skema reverse mortgage, yang dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat lansia dengan memanfaatkan aset properti yang dimiliki

Selain itu, Bank Mantap juga berencana membangun ekosistem bagi nasabah senior melalui kerja sama dengan rumah sakit, penyedia asuransi kesehatan, hingga pengembangan berbagai produk keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lanjut usia.

Panji mengatakan perseroan juga mempelajari berbagai model layanan bagi lansia yang telah diterapkan di sejumlah negara. Selama sesuai dengan ketentuan regulator, konsep tersebut akan diadaptasi dan diintegrasikan ke dalam sistem Bank Mantap, termasuk melalui kanal digital

Baca Juga: Bos KB Bank Beberkan Alasan PHK 662 Karyawan dan Tutup Sejumlah Kantor Cabang

Baca Juga: Donor Darah Bank Mandiri Tembus 7.000 Kantong pada 2026

Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk lansia juga akan mendorong pertumbuhan berbagai sektor pendukung, seperti hunian khusus lansia, layanan kesehatan, hingga fasilitas penanganan penyakit degeneratif, termasuk demensia.

Dalam ekosistem tersebut, Bank Mantap ingin mengambil peran sebagai penyedia layanan pembiayaan, sistem pembayaran, serta dukungan keuangan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat lanjut usia.

“Jadi ini adalah sesuatu yang perlu persiapan dari sekarang, peran bank mantap adalah mendampingi nasabah untuk tetap hidup aktif, produktif, dan merasa relevan melalui ekosistem yang holistik, mulai dari kesehatannya, persiapan hari tua, hingga pemberdayaan ekonomi,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra