Kinerja Moncer, Bank Mantap Target Naik Kelas ke KBMI 3 pada 2028
Kredit Foto: WE
PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menargetkan naik kelas ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 pada 2028 dengan mengandalkan pertumbuhan modal secara organik. Perseroan optimistis mampu memenuhi persyaratan modal inti minimum sebesar Rp14 triliun dalam tiga tahun ke depan.
Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mantap, Agus Syaiful Anwar, mengatakan bahwa Bank Mantap telah resmi naik ke KBMI 2 pada April 2024 setelah sebelumnya berada di KBMI 1. Saat ini, modal inti perseroan telah mendekati Rp10 triliun.
“Rencananya nanti di tahun 2028 mudah-mudahan kita udah naik kelas Selanjutnya ke KBMI 3,” kaya Agus dalam media briefing di Denpasar, Bali, Sabtu (5/7/2026).
Ia menjelaskan, kemampuan permodalan perseroan tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai sekitar 30 persen.
Selain itu, kebijakan pembagian dividen juga turut mempercepat penguatan modal. Perseroan hanya membagikan sekitar 10 persen laba sebagai dividen kepada pemegang saham, yakni Bank Mandiri dan Taspen, sementara sekitar 90 persen laba ditahan untuk memperkuat modal inti.
“Nah, ini yang mempercepat atau mengakselerasi pertumbuhan permodalan. Bank KBMI 3 itu kan minimum modal intinya 14 triliun ya kan. Nah, kita sekarang sudah 10 triliun, artinya 3 tahun lagi gitu ya, 2026, 2027, 2028,” jelasnya.
Agus mengatakan, apabila pertumbuhan laba mampu terus meningkat, target kenaikan kelas ke KBMI 3 akan semakin mudah dicapai tanpa perlu tambahan modal dari pemegang saham.
Ia memproyeksikan laba Bank Mantap dapat meningkat dari sekitar Rp1,58 triliun pada 2025 menjadi Rp1,7 triliun pada tahun ini, kemudian mencapai Rp2 triliun pada 2027 dan Rp2,5 triliun pada 2028.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Populasi Lansia di 2045, Bank Mantap Siapkan Produk Reverse Mortgage
Baca Juga: Bos KB Bank Beberkan Alasan PHK 662 Karyawan dan Tutup Sejumlah Kantor Cabang
“Jadi rasa-rasanya kami masih sangat confident untuk bisa naik kelas ke KBMI 3 di tahun 2028 dengan cara organik gitu,” ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2026, laba bersih per akhir Maret 2026 mencapai Rp464,2 miliar, meningkat 6,6 persen (yoy) dibandingkan Rp435,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Penyaluran kredit meningkat 9,4 persen (yoy) menjadi Rp51,63 triliun. Total aset Bank Mantap juga naik 14 persen (yoy) menjadi Rp76,58 triliun per akhir Maret 2026
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,6 persen (yoy) menjadi Rp58,34 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang melonjak 44,2 persen (yoy) menjadi Rp15,06 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: