Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Industri, Bidik Investasi hingga Alih Teknologi

Indonesia dan Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Industri, Bidik Investasi hingga Alih Teknologi Kredit Foto: Kemenprin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia dan Kazakhstan memperkuat hubungan ekonomi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama industri yang dilakukan di sela penyelenggaraan INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil konkret partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia itu.

MoU ditandatangani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Industri dan Konstruksi Republik Kazakhstan Ersaiyn Nağaspaev seusai pertemuan bilateral kedua negara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kazakhstan merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Asia Tengah sekaligus pintu masuk menuju pasar Eurasia yang lebih luas.

"Indonesia memandang Kazakhstan sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tengah dan Eurasia, sekaligus sebagai pintu masuk yang potensial bagi produk industri Indonesia ke pasar Eurasia yang lebih luas. Kami berharap momentum tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Agus saat pertemuan bilateral di Ekaterinburg, Rusia, Selasa (7/7/2026).

Hubungan dagang kedua negara juga terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai perdagangan nonmigas Indonesia dan Kazakhstan mencapai 172,2 juta dolar AS. Kinerja tersebut berlanjut pada Januari-April 2026 dengan nilai perdagangan sebesar 138 juta dolar AS atau meningkat 62,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bidik Pasar Eurasia, Indonesia Kantongi Tujuh MoU Industri di INNOPROM 2026

Ekspor Indonesia ke Kazakhstan turut mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, nilainya mencapai 114,4 juta dolar AS atau tumbuh 26,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk yang mendominasi ekspor antara lain peralatan elektronik, mesin, tembakau, minyak sawit beserta turunannya, serta alas kaki. Sementara itu, Indonesia mengimpor besi dan baja, seng, bahan kimia, serta kapas dari Kazakhstan.

Menurut Agus, karakteristik perdagangan kedua negara yang saling melengkapi menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di bidang industri, investasi, dan pengembangan rantai pasok.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas tindak lanjut Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia-Kazakhstan yang digelar di Astana pada 11 Mei 2026. Forum tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang saat ini masih dalam proses ratifikasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman