Di Tengah Rivalitas AS-China, Nezar Dorong Diplomasi Chip dan Mineral Kritis Perkuat Posisi Indonesia di AI
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Karena itu, Indonesia perlu menyusun strategi geopolitik digital yang bertumpu pada empat kekuatan utama, yakni kepemilikan mineral kritis, pasar digital terbesar di Asia Tenggara, bonus demografi, dan pengembangan kapasitas komputasi nasional.
Menurut Nezar, seluruh potensi tersebut harus diintegrasikan dengan penguatan sumber daya manusia dan industri agar Indonesia tidak berhenti sebagai pasar teknologi maupun pemasok bahan baku bagi negara lain.
Sebagai langkah implementasi, pemerintah memprioritaskan penguatan diplomasi chip, penyediaan energi untuk pusat data, pengembangan talenta AI dan semikonduktor, penguatan kedaulatan data, serta pengembangan teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan nasional.
Baca Juga: Komdigi Rampungkan Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, XLSMART Menang di 700 MHz
Nezar menegaskan, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai kekuatan teknologi menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada kemampuan menghadirkan inovasi, tetapi juga pada konsistensi membangun fondasi ekosistem digital secara berkelanjutan.
"Kekuatan digital pada akhirnya bukan hanya tentang teknologi semata. Ini tentang kemauan politik, kemauan untuk mempertahankan strategi lintas pemerintahan, untuk membangun institusi secara bertahap, dan memutuskan masa depan geopolitik baru Indonesia," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: