Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kadin Jabar Tawarkan 21 Kawasan Industri ke Investor Singapura, Rebana dan Kertajati Jadi Andalan

Kadin Jabar Tawarkan 21 Kawasan Industri ke Investor Singapura, Rebana dan Kertajati Jadi Andalan Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat memperkuat upaya menarik investasi asing dengan menggelar pertemuan bisnis bersama delegasi Singapura.

Dalam pertemuan tersebut, KADIN mempromosikan potensi investasi Jawa Barat yang didukung 21 kawasan industri, pengembangan Kawasan Rebana, serta percepatan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Pertemuan dipimpin Wakil Ketua Umum Bidang Perekonomian KADIN Jawa Barat Masrura Ram Idjal, Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Barat Daniel GN, serta Komite Tetap KADIN Jawa Barat Tubagus Robby S. Sementara delegasi Singapura dipimpin Sekretaris Politik Kedutaan Besar Republik Singapura untuk Indonesia, Esther Lee.

Masrura Ram Idjal menjelaskan Jawa Barat memiliki 21 kawasan industri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota dengan karakteristik serta keunggulan masing-masing. Menurutnya, perbedaan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan investor dalam menentukan lokasi investasi.

Ia mencontohkan UMK Kabupaten Bekasi berada di kisaran Rp5 juta, sedangkan Kabupaten Majalengka berkisar Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta.

"Perbedaan ini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi perusahaan dalam menentukan lokasi pabrik maupun melakukan relokasi guna meningkatkan efisiensi operasional," ujar Masrura di Bandung,Minggu (12/7/2026).

Masrura menambahkan sektor manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar investasi dan ekspor Jawa Barat. Industri tekstil, garmen, apparel, otomotif, kendaraan listrik, hingga komponen kendaraan menjadi sektor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain manufaktur, KADIN Jawa Barat juga mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan kontribusi terhadap ekspor melalui peningkatan daya saing dan kualitas produk.

Dalam kesempatan itu, KADIN Jawa Barat turut memperkenalkan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki prospek besar bagi investor internasional. Kawasan tersebut didukung keberadaan BIJB Kertajati, jaringan jalan tol, serta akses menuju pelabuhan laut sehingga dinilai mampu meningkatkan efisiensi logistik.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah aktif mempromosikan Kawasan Rebana kepada investor asing sebagai salah satu kawasan industri masa depan," kata Masrura.

KADIN Jawa Barat juga mengungkapkan bahwa pada hari yang sama telah berlangsung rapat bersama manajemen BIJB Kertajati terkait percepatan pembukaan kembali penerbangan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta operasional penerbangan dipercepat sehingga dapat dimulai pada 17 Agustus 2026, lebih cepat dibandingkan target sebelumnya pada September 2026. Rute internasional yang dipersiapkan meliputi Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru. Sementara rute domestik mencakup Medan, Pekanbaru, Balikpapan, serta Bali.

"Sejumlah maskapai telah menyatakan kesiapan untuk beroperasi di Bandara Kertajati, di antaranya AirAsia, Scoot, TransNusa, dan Lion Group," ujar Masrura.

Menurutnya, pembukaan rute tersebut akan memperkuat konektivitas Jawa Barat dengan Singapura dan Malaysia sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Menanggapi pertanyaan delegasi Singapura mengenai pentingnya keberadaan bandara di Bandung, Masrura menjelaskan mobilitas masyarakat Bandung sangat tinggi, terutama untuk kebutuhan bisnis dan wisata. Selama ini perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta dapat memakan waktu empat hingga lima jam akibat kepadatan lalu lintas.

"Kehadiran penerbangan langsung dari Bandung maupun Kertajati akan memangkas waktu perjalanan sehingga meningkatkan efisiensi bagi pelaku usaha," ujarnya

Dalam pemaparan tersebut, KADIN Jawa Barat juga memperkenalkan berbagai sektor unggulan yang memiliki peluang ekspor besar, antara lain industri tekstil, garmen, apparel, kendaraan listrik, komponen otomotif, aerospace, komponen Airbus dan Boeing, industri pertahanan, farmasi, pertanian, kopi, serta teh.

Baca Juga: Kadin Jabar Perluas Akses Perdagangan dan Investasi Lewat SIBS@ASEAN 2026

Baca Juga: Bandara Kertajati Masih Bayar Cicilan, DPRD Jabar Minta Husein Tak Mematikan BIJB

Masrura menegaskan Jawa Barat memiliki sejumlah keunggulan sebagai tujuan investasi, mulai dari jumlah penduduk terbesar di Indonesia, ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, kedekatan dengan Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis nasional, hingga infrastruktur yang terus berkembang melalui kawasan industri, jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

Adapun, Sekretaris Politik Kedutaan Besar Republik Singapura untuk Indonesia, Esther Lee menyampaikan perhatian delegasi Singapura terhadap dinamika perubahan regulasi investasi di Indonesia..

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Dwi Aditya Putra