Kredit Foto: Youtube Sekretariat Kabinet
Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menurunkan bunga kredit super mikro dari sebelumnya 22% menjadi 8% untuk memperluas akses permodalan bagi masyarakat kecil. Langkah tersebut diharapkan membuat pelaku usaha mikro dan masyarakat produktif di desa mendapatkan pembiayaan dengan beban bunga yang lebih ringan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Prabowo mengatakan salah satu kendala masyarakat kecil dalam mengembangkan usaha adalah keterbatasan modal. Kondisi tersebut juga dialami petani yang harus menunggu waktu panen, tetapi tetap memiliki kebutuhan ekonomi sehari-hari.
“Pertanian itu panennya itu 100 hari. Nah selama 100 hari anaknya ada yang sakit, anaknya harus sekolah, mungkin ada kerusakan ini, dia butuh uang dia pinjam uang dan bunganya luar biasa gila,” ujar Prabowo.
Prabowo menyebut penurunan bunga kredit super mikro dilakukan agar masyarakat memiliki pilihan pembiayaan yang lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya.
“Yang tadinya bunganya 22%, saya turunkan jadi 8%. Saya maunya 5%, tapi ya 8%. Tapi dibandingkan dengan 22% lumayan 8%,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, pembiayaan dengan bunga lebih rendah menjadi salah satu faktor penting untuk membantu masyarakat mempertahankan dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Prabowo mengatakan penguatan koperasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan hingga tingkat desa.
Menurutnya, koperasi simpan pinjam harus hadir di setiap desa agar masyarakat memiliki alternatif mendapatkan modal usaha.
“Harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” kata Prabowo.
Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pemerintah mendorong koperasi menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat desa, termasuk dalam penyediaan akses pembiayaan dan penguatan aktivitas usaha lokal.
Prabowo menilai masyarakat kecil sering menghadapi tekanan ketika membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan usaha maupun keluarga.
Baca Juga: PNM Layani 23,3 Juta Nasabah, Pendapatan Keluarga Prasejahtera Naik Rp875 Ribu
Baca Juga: Instruksi Prabowo ke Bos-bos Bank Himbara: Suku Bunga Kredit UMKM Harus di Bawah Korporasi!
Karena itu, pemerintah mendorong tersedianya pembiayaan dengan biaya lebih rendah agar masyarakat dapat menjalankan usaha secara lebih berkelanjutan.
Prabowo juga menyampaikan pemerintah telah mengambil langkah penghapusan utang bagi petani yang tidak mampu membayar kewajibannya.
“Saya hapuskan hutang jutaan petani yang mereka tidak mampu bayar, saya hapus,” ujar Prabowo.
83 Ribu Koperasi Merah Putih Telah Berbadan Hukum
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan penguatan koperasi menjadi bagian dari strategi pemerintah menghidupkan kembali ekonomi desa.
Dalam laporannya kepada Presiden, Ferry menyebut sebanyak 83.000 badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah selesai.
Selain legalitas koperasi, pembangunan fasilitas pendukung juga terus berjalan. Ferry melaporkan sebanyak 15.845 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik gudang, gerai, dan perlengkapannya, sementara 19.539 unit masih dalam tahap pembangunan.
Pemerintah berharap kombinasi pembiayaan dengan bunga lebih rendah dan penguatan koperasi dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk membuka maupun mengembangkan usaha.
Dengan akses modal yang lebih terjangkau, masyarakat desa diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: