Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pembeli Online Enam Kali Lebih Banyak dari Penjual, Indonesia Masih Jadi Pasar Menggiurkan

Pembeli Online Enam Kali Lebih Banyak dari Penjual, Indonesia Masih Jadi Pasar Menggiurkan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia dinilai masih lebih berperan sebagai pasar digital dibandingkan produsen digital. Penilaian itu didasarkan pada hasil riset NEXT Indonesia Center yang menunjukkan jumlah masyarakat yang berbelanja secara daring hampir enam kali lebih banyak dibandingkan mereka yang memanfaatkan internet untuk berjualan.

Peneliti NEXT Indonesia Center, Reza Pratama, mengatakan rasio pembeli online nasional saat ini hampir enam kali lipat dibandingkan rasio penjual online. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai tambah ekonomi digital masih lebih banyak ditopang oleh aktivitas konsumsi.

"Rasio pembeli online nasional hampir enam kali lipat dari rasio penjual, jadi Indonesia jelas lebih besar sebagai pasar digital ketimbang produsen digital," kata Reza kepada Warta Ekonomi, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan hasil riset NEXT Indonesia Center yang mengolah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, menunjukkan sekitar 54 juta penduduk Indonesia atau 19,18% dari total populasi telah melakukan belanja secara daring.

Baca Juga: Logistik Dinilai Jadi Hambatan Terbesar Pemerataan E-Commerce di Indonesia

Sementara itu, jumlah masyarakat yang memanfaatkan internet untuk berjualan jauh lebih sedikit, yakni sekitar 9,7 juta orang atau hanya 3,43% dari total penduduk.

Menurut Reza, ketimpangan tersebut menjadi sinyal bahwa perkembangan ekonomi digital di Indonesia masih didominasi oleh sisi konsumsi. Agar manfaat ekonomi digital lebih besar dirasakan di dalam negeri, jumlah pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital perlu terus ditingkatkan.

"Kalau ini tidak dibalik, nilai tambah ekonomi digital akan terus lebih banyak dinikmati platform dan logistik ketimbang pelaku usaha lokal," jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman