Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenperin Promosikan SDM Industri Berdaya Saing Global di INNOPROM 2026

Kemenperin Promosikan SDM Industri Berdaya Saing Global di INNOPROM 2026 Kredit Foto: Kemenperin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memanfaatkan ajang INNOPROM 2026 untuk memperkenalkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri Indonesia kepada mitra internasional. Melalui pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, Kemenperin menampilkan berbagai program pendidikan vokasi, pelatihan industri, hingga transformasi digital yang dirancang untuk mencetak tenaga kerja berdaya saing global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country di INNOPROM 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan industri dengan Rusia dan negara-negara Eurasia.

"Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan negara Eurasia. Kami ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia," ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Sebagai negara Asia Tenggara pertama yang dipercaya menjadi Official Partner Country, Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia seluas lebih dari 1.500 meter persegi di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026. Paviliun tersebut menampilkan sekitar 50 co-exhibitor dari berbagai sektor strategis industri nasional.

Dalam pameran itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) turut memperkenalkan ekosistem pendidikan vokasi industri Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama internasional dalam pengembangan SDM. BPSDMI hadir bersama Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta sebagai co-exhibitor.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, pengembangan SDM menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional. Karena itu, keikutsertaan BPSDMI di INNOPROM diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai mitra global.

Menurut Doddy, Kemenperin sebelumnya telah menjalin sejumlah kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi. Di antaranya melalui kelas kerja sama antara Politeknik ATI Makassar dengan Morimitsu Industry dari Jepang, serta Program Luban-Mozi College yang melibatkan Politeknik ATK Yogyakarta bersama Sailun Group dan Qingdao Technical College dari Tiongkok.

Politeknik APP Jakarta membawa keunggulan di bidang manajemen logistik, perdagangan internasional, dan pemasaran, sedangkan Politeknik STMI Jakarta menampilkan kompetensi di sektor industri otomotif. Kedua institusi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dalam bentuk kelas internasional, pertukaran mahasiswa, hingga riset bersama.

Baca Juga: Industri Halal Jadi Andalan, Kemenperin Incar Pasar Global USD 3,56 Triliun

Selain pengembangan vokasi, Kemenperin juga mempromosikan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) sebagai pusat layanan transformasi industri berbasis teknologi. PIDI 4.0 menyediakan berbagai layanan, mulai dari pendampingan implementasi industri 4.0, pengembangan SDM digital, fasilitasi transformasi industri, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan engineering center.

Hingga saat ini, PIDI 4.0 telah menjalin kemitraan dengan puluhan institusi nasional maupun internasional. Melalui INNOPROM 2026, Kemenperin berharap jejaring kerja sama tersebut dapat semakin berkembang dan memperkuat ekosistem industri Indonesia di tingkat global.

"Kami berharap kehadiran BPSDMI di INNOPROM 2026 memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan SDM industri, salah satunya citra positif program pelatihan dan pendidikan vokasi industri di mata dunia," kata Doddy.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman