Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Selat Hormuz Makin Sulit Diprediksi, Perusahaan UEA Bikin Pelabuhan Baru di Pesisir Timur UEA

Selat Hormuz Makin Sulit Diprediksi, Perusahaan UEA Bikin Pelabuhan Baru di Pesisir Timur UEA Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan logistik multinasional asal Dubai, DP World, mulai menyiapkan strategi untuk memperkuat ketahanan jaringan distribusinya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan pelabuhan beserta terminal kontainer baru di pesisir timur Uni Emirat Arab (UEA).

Berdasarkan laporan Financial Times yang dikutip pada Senin (13/7), pelabuhan serbaguna tersebut direncanakan dibangun di kawasan pesisir Fujairah. Hingga saat ini, proyek masih berada dalam tahap pembahasan awal bersama pemerintah setempat.

Rencana pembangunan itu muncul sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap jalur pelayaran Selat Hormuz yang dinilai semakin berisiko akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dorongan untuk mencari jalur logistik alternatif juga dipicu oleh penurunan aktivitas di Pelabuhan Jebel Ali, yang merupakan pelabuhan kontainer terbesar di kawasan. Aktivitas di pelabuhan tersebut dilaporkan merosot hingga sekitar 90–95 persen seiring meningkatnya ketegangan regional.

Saat ini, DP World masih membahas berbagai ketentuan awal proyek dengan pemerintah UEA. Meski demikian, perusahaan belum menetapkan bentuk kerja sama maupun skema pembiayaan pembangunan pelabuhan tersebut.

Seorang pejabat senior yang dikutip Financial Times melalui Sputnik menyebutkan bahwa DP World telah aktif mengkaji kawasan pantai timur sebagai bagian dari langkah antisipatif apabila terjadi gangguan terhadap jalur logistik utama.

Di sisi lain, DP World belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai proyek tersebut. Perusahaan hanya menyatakan tengah menyiapkan berbagai strategi diversifikasi operasional untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap aktivitas logistik di kawasan.

Baca Juga: Iran Undang Prabowo ke Teheran, Selat Hormuz Jadi Sorotan Pembahasan Indonesia-Iran

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah AS akan berperan sebagai "penjaga" Selat Hormuz. Selain itu, AS juga akan mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap nilai kargo yang melintasi jalur pelayaran tersebut, sekaligus kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

DP World sendiri merupakan operator pelabuhan yang berbasis di Dubai, UEA. Perusahaan tersebut mengelola berbagai pelabuhan di sejumlah negara dan memiliki lebih dari 126.000 karyawan di seluruh dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: