Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Argentina vs Inggris 'Bermain' dengan Sejarah, Laga Dipastikan Membara di Piala Dunia 2026

Argentina vs Inggris 'Bermain' dengan Sejarah, Laga Dipastikan Membara di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: FIFA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Inggris dipastikan akan menghadirkan tensi tinggi yang melampaui pertandingan biasa. Pelatih Inggris Thomas Tuchel menilai duel kedua negara akan dipenuhi muatan emosional karena sejarah panjang rivalitas kedua negara.

Pertemuan kali ini menjadi yang keenam bagi Argentina dan Inggris di Piala Dunia. Tiga di antaranya berlangsung setelah Perang Falklands (Malvinas) 1982. Hal tersebut membuat laga kedua tim selalu memiliki nuansa politik dan sejarah yang kuat di luar sepak bola.

Baca Juga: Don Ritto Ungkap Sosok Utama di Balik Kasus Febrie Adriansyah: Dia Tukang Catut Nama-nama Petinggi

Menurut Tuchel, Argentina merupakan tim yang bermain dengan semangat luar biasa dan memiliki motivasi besar untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada 2022.

Selain itu, Albiceleste juga ingin memberikan penutup sempurna bagi Lionel Messi. Ia diperkirakan menjalani piala dunia terakhir dalam kariernya.

"Saya mengenal beberapa pemain mereka, saya pernah melatih beberapa di antaranya. Saya bisa merasakan itu. Anda bisa melihatnya. Mereka memiliki karakter seperti itu. Anda bisa merasakannya ketika mereka tertinggal atau saat pertandingan berjalan ketat," kata Tuchel, dikutip Rabu (15/7).

Menurutnya, Argentina saat ini masih didominasi pemain yang menjadi juara dunia empat tahun lalu sehingga kekompakan dan mental bertanding mereka tetap terjaga.

"Mereka pada dasarnya masih kelompok pemain yang sama seperti empat tahun lalu. Anda bisa melihat kekompakan mereka, pengorbanan yang mereka lakukan. Mereka percaya pada gaya bermain mereka, dan gaya itu sangat emosional. Begitulah di Qatar dan masih seperti itu sekarang," ujarnya.

Tuchel menilai salah satu kekuatan terbesar tim lawan justru datang dari sejarah yang melekat dalam setiap pertemuan melawan Inggris.

"Tentu saja, sejarah... mereka juga didorong oleh sejarah itu. Sejarah menjadi motivasi besar bagi mereka. Itulah yang kami perkirakan akan kami hadapi. Tetapi kami juga memiliki emosi, semangat juang, dan mentalitas yang dibutuhkan untuk menghadapinya. Kami siap untuk itu," tegasnya.

Pernyataan Tuchel muncul setelah sejumlah pemain Argentina kembali menyanyikan lagu di ruang ganti usai mengalahkan Swiss 3-1 pada perempat final.

Lagu tersebut memuat lirik yang merujuk pada Kepulauan Falklands (Las Malvinas) dan berisi tekad memenangkan Piala Dunia demi wilayah tersebut, legenda Diego Maradona, serta Lionel Messi.

Argentina dan Inggris memiliki sejarah panjang dalam ajang Piala Dunia.

Laga paling kontroversial terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol legendaris "Hand of God" sebelum Argentina menang 2-1 dan akhirnya menjadi juara dunia.

Pada Piala Dunia 1998, Argentina kembali menyingkirkan Inggris lewat adu penalti setelah David Beckham mendapat kartu merah.

Empat tahun kemudian, Beckham membalas dengan mencetak gol penalti yang membawa Inggris menang 1-0 pada fase grup Piala Dunia 2002.

Sementara Inggris juga pernah menang 3-1 pada fase grup Piala Dunia 1962 dan 1-0 di perempat final Piala Dunia 1966, saat mereka akhirnya menjadi juara dunia.

Baca Juga: Seret Eks Presiden Iran, Media Amerika Bongkar Operasi Rahasia Mossad untuk Gulingkan Rezim Khamenei

Dengan sejarah panjang tersebut, duel semifinal Piala Dunia 2026 diperkirakan bukan sekadar perebutan tiket ke final, tetapi juga menjadi pertarungan sarat gengsi yang dipenuhi motivasi sejarah dari kedua kubu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar