Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Selat Hormuz Kembali Panas, China Turun Tangan

Selat Hormuz Kembali Panas, China Turun Tangan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah China mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran segera meredakan ketegangan serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang ditutup akibat meningkatnya konflik militer kedua negara.

Beijing menilai pemulihan aktivitas pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia tersebut menjadi langkah mendesak untuk menjaga stabilitas ekonomi global dan kelancaran rantai pasok internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan pemerintahnya terus melakukan komunikasi diplomatik dengan berbagai pihak guna mendorong deeskalasi konflik.

"Memulihkan jalur normal dan aman di selat sesegera mungkin adalah aspirasi bersama komunitas internasional," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (14/7/2026).

Ketegangan terbaru dipicu oleh serangan pasukan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz pada pekan lalu.

Sebagai respons, Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran dan mencabut izin ekspor minyak Iran yang sebelumnya disepakati melalui nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni.

Baca Juga: Presiden Argentina Janji Tak Akan 'Nampil' Jika Messi dkk Menang Piala Dunia 2026

Situasi kemudian semakin memanas setelah militer AS melancarkan serangan udara ke kawasan pesisir Iran. Teheran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah dan mengumumkan blokade total Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan energi, mendorong kenaikan harga minyak, serta meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk bagi China sebagai salah satu importir energi terbesar di dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: