Prabowo Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Investasi Rp340 Triliun Siap Dimulai
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Kabinet
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek tersebut menjadi salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia dengan nilai mencapai US$20,9 miliar.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan proyek LNG Abadi Masela diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan timur Indonesia.
"Kehadiran proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," kata Prasetyo dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Lapangan gas Abadi Masela berada sekitar 170-180 kilometer di barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Proyek ini dikembangkan melalui skema cost recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd sebagai operator dengan kepemilikan saham 65 persen, bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) sebesar 20 persen dan Petronas 15 persen.
LNG Abadi Masela dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun. Proyek tersebut juga akan menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD serta memproduksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Setelah melalui proses pengembangan sejak kontrak ditandatangani pada 1998, proyek kini memasuki tahap konstruksi. Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target yang ditetapkan.
Proses penyelesaian desain fasilitas utama dan berbagai perizinan strategis juga terus berjalan. Pemerintah menargetkan final investment decision (FID) dapat dicapai pada akhir 2026.
Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, proyek LNG Abadi Masela diperkirakan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar US$137,7 miliar hingga 2055. Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Tembus US$21,9 Miliar
Selain itu, LNG Abadi Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS) sejak tahap pengembangan. Teknologi tersebut diharapkan mendukung pengembangan sektor energi yang lebih ramah lingkungan.
"Melalui penguatan ketahanan energi, hilirisasi sumber daya alam, pemerataan pembangunan hingga Indonesia timur, serta sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Indonesia diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat daya saing nasional, dan mewujudkan kemakmuran yang dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia," ujar Prasetyo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: