Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Selain mendukung pasar ekspor LNG, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat pasokan energi domestik. Sejumlah BUMN, yakni PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia, telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai calon pembeli gas dari proyek tersebut.
Ueda menambahkan proyek LNG Abadi Masela hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat lokal, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap proyek tersebut menjadi penggerak ekonomi baru bagi Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
Dalam kesempatan itu, Ueda juga menyampaikan komunikasi terakhir dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait posisi strategis proyek tersebut bagi Indonesia.
"Saya telah berbicara dengan Menteri Bahlil pagi ini, dan kami sepakat bahwa proyek ini sangat, sangat penting, bukan hanya untuk INPEX, melainkan untuk Indonesia, serta untuk Provinsi Maluku dan daerah setempat. Saya percaya INPEX adalah perusahaan yang dapat Anda percayai," tegasnya.
INPEX menargetkan percepatan seluruh tahapan proyek agar produksi LNG dapat dimulai sesegera mungkin. Perusahaan juga berkomitmen menjadi mitra jangka panjang Indonesia selama masa produksi proyek.
"Kami ingin terus menjaga hubungan baik dengan warga asli Indonesia dan berharap dapat terus berada di sini selama lebih dari 40 atau 50 tahun untuk fase produksi. Kami mencoba mempercepat proyek ini sebisa mungkin agar produksi dapat dimulai secepatnya. Saya adalah CEO dari INPEX Corporation. Saya berkomitmen penuh pada visi ini," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: