Israel Bermimpi Jadi Sekutu Arab Saudi dengan Bantuan Amerika Serikat
Kredit Foto: Reuters/Christopher Pike
Israel secara terbuka mengungkapkan harapannya bisa menjalin hubungan damai dengan Arab Saudi. Tel Aviv menyebut perdamaian dengan negara tersebut merupakan salah satu impian terbesarnya di Timur Tengah.
Presiden Israel Isaac Herzog secara terbuka mengungkapkan harapannya agar kedua negara menjadi sekutu. Ia mengaku memiliki rasa hormat kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Baca Juga: Kubu Jokowi Hapus Bukti Digital Kasus Ijazah, Roy Suryo: Mereka Lupa Mas Roy Ahli Telematika
"Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Hal yang paling kami inginkanadalah melihat terjalinnya hubungan yang semakin dekat di antara kedua bangsa," ujar Herzog, dikutip Jumat (17/7/2026).
Ia juga menyatakan harapan agar suatu saat dapat bertemu secara resmi dengan para pemimpin dari negara terkait sebagai bagian dari upaya membangun hubungan diplomatik.
"Saya berharap dapat bertemu dengan kepemimpinan mereka secara resmi pada waktunya nanti," katanya.
Menurut Herzog, hubungan damai antara kedua seharusnya dapat diwujudkan melalui dialog langsung dengan dukungan dari Amerika Serikat.
"Impian saya adalah melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi. Kedua negara seharusnya bernegosiasi secara langsung dengan dukungan Amerika Serikat," ucapnya.
Selain membahas hubungan bilateral, presiden itu juga menyinggung dampak perang di Jalur Gaza. Ia mengaku prihatin atas banyaknya korban sipil yang jatuh selama konflik berlangsung.
Presiden Israel tersebut mengatakan hatinya ikut hancur melihat warga sipil yang kehilangan nyawa akibat perang.
Herzog juga menilai kawasan negaranya saat ini masih memiliki peluang untuk membangun komunikasi lintas negara dan lintas agama.
"Saya percaya kita sedang berada pada momen dialog antara Yerusalem dan Mekah. Saya juga percaya ada kesempatan untuk membangun dialog di antara masyarakat dari berbagai agama di kawasan ini, dan saya berusaha mewujudkannya dengan cara saya sendiri," ujarnya.
Sebelumnya, Arab Saudi sempat menjajaki pembicaraan mengenai normalisasi hubungan dengan Israel pada 2023. Namun, proses tersebut terhenti setelah pecahnya perang di Gaza.
Arab Saudi sejak saat itu berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan mengakui Israel. Mereka ingin pihak terkait mengakui dulu adanya negara Palestina. Syarat tersebut hingga kini masih bertentangan dengan sikap pemerintah dari Israel.
Baca Juga: Alumni UGM: Kami Tak Pernah Lihat Jokowi Ikut Satu Kali Pun Acara Dies Natalis
Pernyataan Herzog sendiri menunjukkan bahwa mereka masih berharap terbukanya pintu diplomasi dengan Arab Saudi. Hal itu terutama dengan dukungan Amerika Serikat. Washington bisa menjadi mediator utama dalam proses normalisasi hubungan kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: