2.361 Lulusan Vokasi Kemenperin Siap Masuk Industri, 63 Persen Sudah Diterima Kerja
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63 Persen
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi mengungkapkan, hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan atau sekitar 63 persen dari total lulusan telah diterima bekerja di berbagai perusahaan manufaktur.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kurikulum dan sistem pendidikan vokasi Kemenperin telah selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63 persen dari total 2.361 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Ini menunjukkan kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy.
BPSDMI juga menyiapkan pendampingan bagi lulusan yang masih mencari pekerjaan. Selama tiga bulan pertama, sekolah akan memberikan asistensi dalam proses pencarian kerja. Jika hingga enam bulan belum terserap industri, para lulusan akan mengikuti program peningkatan kompetensi maupun pemagangan agar peluang kerja semakin besar.
Sejumlah perusahaan yang telah merekrut lulusan sekolah vokasi Kemenperin antara lain PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, hingga PT Alamanda Global Health.
Peminat Sekolah Vokasi Kemenperin Terus Meningkat
Selain memiliki tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kemenperin juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1 banding 12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 1 banding 10,7.
Artinya, setiap satu kursi di SMK binaan Kementerian Perindustrian diperebutkan sekitar 12 calon peserta didik.
Doddy menegaskan, meningkatnya minat masyarakat menjadi dorongan bagi BPSDMI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, mulai dari penyempurnaan tata kelola sekolah, evaluasi penyelenggaraan pendidikan, hingga memastikan seluruh lulusan memiliki kompetensi yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: