Konsolidasi hingga Desa, Bahlil Minta Kursi Golkar Sulsel Bertambah di Pemilu 2029
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap menjadi lumbung suara Partai Golkar di kawasan Indonesia Timur. Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Hal itu disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar, Sabtu (18/7/2026).
"Musda akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih ketua DPD Partai Golkar," kata Bahlil di hadapan ribuan kader Golkar.
Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai konsolidasi merupakan kunci untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Menurutnya, provinsi tersebut selama ini menjadi basis utama suara Golkar di Indonesia Timur, meski dominasinya mengalami penurunan pada Pemilu 2024.
Dalam kesempatan itu, Bahlil didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Bendahara Umum Sari Yuliati.
Ia meminta kepengurusan baru yang terbentuk melalui Musda segera menyelesaikan musyawarah cabang (Muscab) di seluruh DPD II kabupaten dan kota, kemudian melanjutkan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
"Saya meminta nanti setelah musda selesai, dilaksanakan muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena, kekuatan partai kita itu ada di sana. Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu Sulawesi Selatan menjadi contoh," ujar Bahlil.
Selain konsolidasi organisasi, Bahlil juga memberikan target khusus kepada kepengurusan baru agar mampu meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2029.
"Satu yang saya tekankan, kursi harus naik. Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD yang nanti ditetapkan melalui musda. Kursi Partai Golkar harus bertambah, baik di DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota," tegasnya.
Dalam pidatonya, Bahlil juga menyinggung dinamika perpindahan kader ke partai politik lain setelah pelaksanaan Musda. Menurutnya, meski ada kader yang memilih bergabung dengan partai lain seperti Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura, Golkar tetap menjadi partai yang kokoh dan terbuka.
"Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Memang beda pola partai kita," katanya.
Berdasarkan hasil Pemilu 2024, Partai Golkar memperoleh 14 kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Raihan tersebut menempatkan Golkar sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua sekaligus mengisi posisi wakil ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029. Di tingkat DPR RI, Golkar meraih empat kursi dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Musda XI DPD I Partai Golkar Sulsel menetapkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel periode berikutnya. IAS terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal yang memenuhi syarat.
Penetapan dilakukan melalui sidang Musda yang dipimpin perwakilan DPP Partai Golkar, Mustafa Raja, di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
"Menetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih sekaligus ketua formatur untuk menyusun kepengurusan," kata Mustafa Raja saat membacakan keputusan sidang yang disambut tepuk tangan peserta Musda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: