Gagal Juarai Piala Dunia, Argentina Jadi Korban Terbaru 'Kutukan' Presiden Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final piala dunia kembali memunculkan perbincangan mengenai apa yang dijuluki sebagian warganet sebagai kutukan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia kembali dikaitkan dengan hasil buruk sejumlah tim olahraga dunia.
Trump, sebelum pertandingan berlangsung, memang tidak secara terbuka menyatakan dukungan kepada salah satu tim. Namun, ia memberikan pujian ke Kapten Argentina, Lionel Messi. Menurutnya pemain tersebut akan sulit untuk dikalahkan.
Baca Juga: Ahli Hukum: Kejaksaan Bisa Tangkap dan Tahan Menteri Tanpa Izin Prabowo, Apalagi Febrie Adriansyah
"Saya rasa sulit untuk bertaruh melawan Messi. Saya tidak akan memilih pihak mana pun. Saya hanya berpikir sangat sulit untuk bertaruh melawan Messi. Dia luar biasa," ungkapnya, dikutip Senin (20/7/2026).
Namun, hasil di lapangan justru berkata lain. Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah dikalahkan Spanyol.
Trump sendiri hadir langsung di stadion untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menyerahkan medali dan trofi usai laga berakhir. Saat prosesi penyerahan penghargaan, interaksi sang presiden dengan pemain yang didukungnya juga berlangsung singkat.
Kehadiran Trump di final piala dunia juga sempat menjadi perhatian karena ia mendapat sorakan dari sebagian penonton ketika memasuki lapangan untuk mengikuti seremoni penyerahan trofi.
Kekalahan Argentina kemudian memunculkan kembali narasi mengenai "Kutukan Trump", yakni anggapan bahwa tim atau atlet yang memperoleh perhatian atau dukungan politikus tersebut justru berakhir mengalami kekalahan.
Meski tidak memiliki dasar ilmiah, narasi itu kembali ramai diperbincangkan karena beberapa kejadian serupa pernah terjadi dalam berbagai cabang olahraga.
Salah satu contohnya adalah penampilan dari Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Sebelum babak 16 besar, sang presiden sempat meminta federasi sepak bola dunia meninjau ulang kartu merah yang diterima penyerang Folarin Balogun. Meski hukuman tersebut akhirnya dibatalkan, tim nasional mereka justru tersingkir setelah kalah telak 1-4 dari Belgia.
Di NBA Finals 2026, New York Knicks juga mengalami satu-satunya kekalahan dalam seri final saat sang presiden hadir langsung menyaksikan pertandingan ketiga. Kekalahan tersebut memutus rentetan 13 kemenangan dari Knicks.
Peristiwa serupa juga pernah muncul pada NFL 2025. Washington Commanders kalah telak dari Detroit Lions. Meski Lions menang saat itu, performa mereka justru merosot setelahnya dengan hanya memenangi sedikit pertandingan dan gagal lolos ke babak playoff. Sejumlah mantan pemain bahkan sempat menyebut fenomena tersebut sebagai "Trump Curse".
Baca Juga: Lirik Jepang-Amerika, Pemerintah Klaim Utang Indonesia Masih Aman Meski Sudah Tembus Rp8.000 Triliun
Pada Ryder Cup 2025, Trump juga sempat optimistis negaranya mampu membalikkan keadaan saat tertinggal dari Eropa. Namun, Amerika Serikat akhirnya kalah dengan skor 13-15 dari tim Eropa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: