Riset LRMA Ungkap Perusahaan Asuransi Terbesar Kian Dominasi Pasar pada 2025
Kredit Foto: Ist
Industri perasuransian Indonesia menunjukkan tren konsolidasi sepanjang 2025. Hasil kajian Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) menunjukkan perusahaan-perusahaan pemimpin pasar semakin mendominasi industri, tercermin dari meningkatnya pangsa pasar di sejumlah segmen meski sebagian masih menghadapi tekanan pada pertumbuhan premi.
Kajian tersebut dilakukan terhadap laporan keuangan 2025 (unaudited) perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi, serta asuransi syariah. Untuk industri pialang asuransi, pialang reasuransi, dan perusahaan penilai kerugian (adjuster), LRMA menggunakan Data Statistik Perasuransian 2024 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pada segmen asuransi jiwa nasional, pangsa pasar 10 perusahaan terbesar meningkat dari 86,22% pada 2024 menjadi 86,33% pada 2025. Meski demikian, total pendapatan premi kelompok tersebut turun dari Rp48,89 triliun menjadi Rp45,78 triliun, sejalan dengan penurunan premi industri secara keseluruhan yang turun dari Rp56,70 triliun menjadi Rp53,03 triliun.
Di sisi lain, klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh 10 perusahaan terbesar melonjak dari Rp33,14 triliun menjadi Rp48,68 triliun. Kenaikan tersebut membuat pangsa pasar klaim meningkat dari 85,87% menjadi 91,52%.
Pada kelompok asuransi jiwa patungan (joint venture), total pendapatan premi 10 perusahaan terbesar meningkat dari Rp93,25 triliun menjadi Rp94,82 triliun, sementara pangsa pasarnya naik tipis dari 84,86% menjadi 84,89%. Nilai klaim dan manfaat yang dibayarkan juga meningkat menjadi Rp30,94 triliun dari sebelumnya Rp29,96 triliun.
Kinerja positif juga terlihat pada industri asuransi umum nasional. Sepuluh perusahaan terbesar membukukan premi bruto Rp54,55 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan Rp47,27 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mendorong pangsa pasar premi bruto naik dari 72% menjadi 79,14%.
Nilai klaim bruto kelompok tersebut juga meningkat menjadi Rp27,14 triliun dari Rp23,37 triliun, sehingga pangsa pasarnya naik dari 74,17% menjadi 79,35%.
Sementara itu, pada kelompok asuransi umum joint venture, premi bruto naik menjadi Rp25,47 triliun dari Rp23,13 triliun, sedangkan pangsa pasarnya meningkat dari 76,52% menjadi 77,75%.
Di sektor reasuransi, empat perusahaan terbesar mencatat premi bruto Rp17,19 triliun, meningkat dibandingkan Rp16,88 triliun pada 2024. Pangsa pasar premi bruto kelompok tersebut juga naik dari 77,57% menjadi 80,22%.
Untuk asuransi jiwa syariah, lima perusahaan terbesar membukukan kontribusi bruto Rp7,53 triliun, meningkat dari Rp6,55 triliun, dengan pangsa pasar naik menjadi 75,79%. Sementara lima perusahaan asuransi umum syariah terbesar mencatat kontribusi bruto Rp1,47 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,34 triliun pada 2024.
Pelaksana Tugas Direktur PT Media Asuransi Indonesia, S. Edi Santosa, mengatakan industri perasuransian masih menghadapi tantangan meski ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% pada 2025.
“Dalam kondisi perekonomian seperti ini, industri perasuransian tetap mendapat tekanan berat. Namun para perusahaan di acara ini membuktikan kinerjanya sehingga menjadi market leader di kategorinya. Karena itu perusahaan yang menerima penghargaan merupakan para penentu pergerakan di industri perasuransian,” ujarnya.
Baca Juga: AAUI Ingatkan Tantangan Integrasi dalam Rencana Merger Asuransi BUMN
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Ancam Profitabilitas Asuransi Kesehatan
Berdasarkan hasil kajian tersebut, Media Asuransi memberikan Insurance Market Leaders Award 2026 kepada 112 perusahaan yang dinilai menjadi pemimpin pasar di masing-masing kategori. Penghargaan tersebut mencakup perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi, asuransi syariah, pialang asuransi, pialang reasuransi, hingga perusahaan penilai kerugian (adjuster).
Komisaris Utama PT Media Asuransi Indonesia, Handoko Afandy, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang mampu menjaga kinerja dan kepercayaan masyarakat di tengah dinamika industri.
“Pencapaian ini bukan sekadar cerminan kinerja bisnis yang unggul, melainkan bukti nyata kepercayaan publik yang terus menguat terhadap industri perasuransian nasional,” kata Handoko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: