Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

32.389 Orang Kena PHK di Semester I 2026, Menkeu: Itu Siklus Wajar, Lihat Juga yang Tercipta

32.389 Orang Kena PHK di Semester I 2026, Menkeu: Itu Siklus Wajar, Lihat Juga yang Tercipta Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Data PHK semester pertama 2026 cukup mengkhawatirkan. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 32.389 pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja sepanjang Januari hingga Juni 2026, dengan lonjakan 8.919 orang hanya dalam sebulan terakhir.

Angka itu merupakan pekerja yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Periode Januari-Mei 2026 sebelumnya mencatat 23.470 PHK sebelum melonjak di bulan Juni.

Merespons data tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fenomena ini sebagai siklus yang wajar dalam perekonomian yang kompetitif. Ia meminta publik tidak hanya melihat angka PHK tanpa mempertimbangkan lapangan kerja baru yang tercipta bersamaan.

"Di ekonomi itu selalu ada seperti itu event dalam pasar yang kompetitif ada keluar masuk-keluar masuk, seperti entry dan exit. Jadi, Anda jangan lihat yang exit aja, karena di ekonomi yang lagi tumbuh pun ada perusahaan bangkrut," ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (21/7/2026).

Purbaya menunjuk data pengangguran yang justru menurun sebagai bukti bahwa penciptaan lapangan kerja lebih besar dari jumlah PHK. Kondisi ini menurutnya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen di kuartal I 2026.

"Jadi mesti dilihat yang tercipta seperti apa lapangan kerjanya. Kalau kita lihat unemployment turun sepertinya sih banyak adanya penciptaan lapangan kerja dibanding yang keluar. Justru pertumbuhan ekonomi menggambarkan itu sebetulnya," jelas Purbaya.

Purbaya tetap mengakui PHK dan penutupan perusahaan tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun ia menegaskan jumlah perusahaan dan lapangan kerja baru seharusnya jauh lebih besar dari yang tutup.

"Jadi seharusnya kondisi ekonomi memang baik secara agregat bukan berarti gak ada pemecatan, nggak ada perusahaan tutup, pasti ada. Cuman kita lihat yang baru berapa," beber Purbaya.

Baca Juga: Soal Isu PHK, Purbaya: Jangan Hanya Lihat yang Exit

Pemerintah memastikan terus memantau situasi ketenagakerjaan. Berbagai stimulus ekonomi juga terus diberikan agar roda ekonomi berputar lebih cepat dan menekan risiko PHK lebih lanjut.

"Tapi kita monitor terus keadaan itu makanya pemerintah kan ngasih stimulus macam-macam kepada ekonomi supaya ekonomi bisa tumbuh lebih cepat," imbuhnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy