Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Setelah Kursi Kabinet, Kini Posisi Gibran di Pelantikan Kepala BGN Jadi Perhatian

Setelah Kursi Kabinet, Kini Posisi Gibran di Pelantikan Kepala BGN Jadi Perhatian Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan publik saat menghadiri pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam prosesi tersebut, Gibran tampil dengan jas hitam, dasi biru, dan peci hitam. Ia berdiri di sisi kanan Presiden Prabowo Subianto, tepat di samping Ketua MPR Ahmad Muzani, bersama jajaran pejabat negara lainnya seperti Ketua DPD, Menko Polhukam, Menko HAM, Menko Perekonomian, serta sejumlah menteri.

Presiden Prabowo bersama Gibran memasuki ruang utama Istana Negara sekitar pukul 15.09 WIB. Sepanjang acara, Gibran mengikuti jalannya pelantikan hingga pengambilan sumpah jabatan, kemudian turut memberikan ucapan selamat kepada Sudaryono. 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Prof Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Momen berdirinya Gibran di samping Ketua MPR ini muncul hanya beberapa hari setelah posisinya dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Juli 2026 memicu perhatian publik. 

Saat itu, Gibran tidak duduk di samping Presiden sebagaimana biasanya, melainkan sejajar dengan para menteri, tepat di samping Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Bukan Kali Pertama: Sidang Kabinet Selalu Punya Momen yang Bikin Gibran Jadi Sorotan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi terkait posisi duduk Gibran. Ia menegaskan bahwa perubahan tata letak meja sidang murni karena kebutuhan teknis operasional, bukan karena adanya keretakan politik.

"Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah bapak presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya