Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BRI, BNI, dan Mandiri Resmi Lepas Anak Usaha Manajer Investasi ke Danantara

BRI, BNI, dan Mandiri Resmi Lepas Anak Usaha Manajer Investasi ke Danantara Kredit Foto: Danantara
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih perusahaan manajer investasi milik tiga bank pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi bisnis pengelolaan aset BUMN yang ditargetkan melahirkan perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia.

Seluruh transaksi pengalihan saham diselesaikan melalui penandatanganan Akta Jual Beli Saham pada 22 Juli 2026, sehingga perusahaan-perusahaan manajer investasi tersebut resmi berada di bawah kendali Danantara Asset Management dan tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan masing-masing bank.

Dari Grup BNI, PT BNI Sekuritas melepas seluruh kepemilikannya sebanyak 39,96 juta saham di PT BNI Asset Management (BNI AM) kepada Danantara Asset Management.

Corporate Secretary BBNI Okki Rushartomo mengatakan, setelah transaksi dinyatakan efektif sesuai Perjanjian Jual Beli Saham, BNI Sekuritas tidak lagi menjadi pemegang saham BNI AM.

“Dengan demikian, BNI Sekuritas tidak lagi menjadi pemegang saham BNI AM. Nantinya, laporan keuangan BNI AM tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam Grup BNI dan perusahaan tersebut resmi keluar dari struktur grup perseroan (BNI),” ujar Okki dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026).

Pada hari yang sama, Bank Mandiri melalui PT Mandiri Sekuritas dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Bank Mandiri (Mandiri MCO) juga menyelesaikan pengalihan seluruh saham PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri MI) kepada Danantara Asset Management.

Saham yang dialihkan terdiri atas 1.499 lembar saham milik Mandiri Sekuritas dan satu lembar saham milik Mandiri MCO. Dengan rampungnya transaksi tersebut, Mandiri MI resmi keluar dari Grup Mandiri dan tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan perseroan.

“Penandatanganan Akta Jual Beli Saham dilakukan pada 22 Juli 2026 antara Mandiri Sekuritas dan Danantara AM, serta antara Mandiri MCO dan Danantara AM sebagai bagian dari proses pengalihan seluruh saham Mandiri MI,” tulis manajemen Bank Mandiri.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga menyelesaikan penjualan 65% saham PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) kepada Danantara Asset Management.

Dalam transaksi tersebut, Danantara mengakuisisi 19,5 juta saham BRI MI yang mewakili kepemilikan mayoritas perusahaan. Penyelesaian transaksi tersebut menjadi tahap akhir dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) yang telah ditandatangani kedua pihak pada 1 April 2026.

Seiring efektifnya transaksi, BRI MI resmi berada di bawah kendali Danantara Asset Management dan tidak lagi menjadi bagian dari Grup BRI.

Manajemen BRI menyatakan pelepasan saham tersebut merupakan bagian dari strategi Danantara dalam membangun perusahaan pengelola investasi BUMN yang lebih kuat dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Meski demikian, BRI memastikan aksi korporasi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun aspek hukum perseroan.

Baca Juga: Setahun Beroperasi, Danantara Dinilai Catat Hasil Positif Transformasi BUMN

Baca Juga: Seluruh BUMN Rampungkan Laporan 2025, Danantara Lanjutkan Audit Konsolidasi

Sebelumnya, Danantara mengumumkan rencana mengonsolidasikan empat perusahaan manajer investasi milik BUMN ke dalam satu entitas. Langkah tersebut ditujukan untuk membangun platform pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat tata kelola investasi BUMN.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan konsolidasi tersebut tidak hanya bertujuan menyederhanakan struktur perusahaan, tetapi juga meningkatkan produktivitas aset BUMN agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

“Melalui penggabungan, Danantara menargetkan terbentuknya perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia. Entitas baru itu diharapkan mampu mengintegrasikan portofolio aset BUMN, memperkuat tata kelola dan kapabilitas pengelolaan investasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menarik lebih banyak minat investor,” ujar Dony.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri