Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Milik Gita Wirjawan (OKAS) Rugi US$1,07 Juta di Semester I-2026

Emiten Milik Gita Wirjawan (OKAS) Rugi US$1,07 Juta di Semester I-2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan rugi bersih sebesar US$1,07 juta pada semester I 2026. Kinerja emiten yang dikendalikan mantan Menteri Perdagangan periode 2011–2014, Gita Wirjawan, itu berbalik dari periode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan laba bersih US$1,26 juta.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), rugi bersih tersebut membuat perseroan membukukan rugi per saham dasar sebesar US$0,0005, berbalik dari laba per saham sebesar US$0,0005 pada semester I 2025.

Pelemahan kinerja terjadi meski pendapatan perseroan relatif stabil. Penjualan bersih tercatat sebesar US$76,32 juta, sedikit meningkat dibandingkan US$76,08 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan beban pokok penjualan menjadi US$57,38 juta dari US$53,45 juta menggerus margin laba kotor perseroan. Alhasil, laba kotor turun 16,3% menjadi US$18,94 juta dari US$22,63 juta pada semester I 2025.

Tekanan terhadap profitabilitas juga datang dari meningkatnya beban operasional. Beban penjualan naik menjadi US$4,12 juta dari US$3,11 juta, sedangkan beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$6,82 juta dari US$5,91 juta. Di sisi lain, beban operasi lainnya bertambah menjadi US$4,11 juta dari US$3,21 juta.

Kombinasi kenaikan biaya tersebut membuat laba usaha anjlok menjadi US$3,88 juta, merosot sekitar 62,7% dibandingkan US$10,39 juta pada semester I tahun lalu.

Di luar operasional, pendapatan bunga turut menyusut menjadi US$41.550 dari US$92.390. Meski demikian, perseroan berhasil menekan beban keuangan menjadi US$996.710, lebih rendah dibandingkan US$2,02 juta pada periode yang sama tahun lalu. Beban pajak penghasilan juga turun menjadi US$1,86 juta dari US$2,57 juta.

Perseroan masih membukukan laba periode berjalan sebesar US$1,05 juta. Namun, capaian tersebut turun tajam dibandingkan US$5,86 juta pada semester I 2025, sehingga laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berbalik menjadi rugi bersih.

Baca Juga: Pendapatan Naik, Tapi PP Presisi (PPRE) Merugi Rp162,79 Miliar pada Semester I 2026

Baca Juga: Waskita Karya Masih Boncos! Rugi Capai Rp1,92 Triliun, Utang Tembus Rp66,53 Triliun

Dari sisi neraca, total aset Ancora Resources meningkat menjadi US$157,63 juta per 30 Juni 2026, dibandingkan US$154,88 juta pada akhir 2025.

Di saat yang sama, total liabilitas naik menjadi US$100,79 juta dari US$92,68 juta. Sementara itu, total ekuitas turun menjadi US$56,83 juta dari US$62,19 juta pada akhir tahun lalu.

Perseroan juga mencatatkan defisit sebesar US$16,40 juta hingga akhir Juni 2026, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$15,33 juta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri