Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Putuskan Mundur, dari Gubernur BI Ini Rekam Jejak 42 Tahun Perry Warjiyo di Bank Indonesia

Putuskan Mundur, dari Gubernur BI Ini Rekam Jejak 42 Tahun Perry Warjiyo di Bank Indonesia Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu bankir sentral dengan karier terpanjang di Indonesia. Sebelum memimpin BI selama dua periode, Perry menghabiskan lebih dari empat dekade membangun karier di bank sentral, mulai dari staf riset hingga menduduki posisi strategis di Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo pada 1959. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1982, kemudian melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master pada 1989 serta gelar Ph.D. pada 1991.

Karier Perry di Bank Indonesia dimulai pada 1984. Selama lebih dari dua dekade, ia menempati berbagai posisi yang berkaitan dengan riset ekonomi, kebijakan moneter, isu internasional, transformasi organisasi, pendidikan kebanksentralan, hingga pengelolaan devisa dan utang luar negeri.

Pada periode 2007–2009, Perry dipercaya menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group. Penugasan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam karier internasionalnya sebelum kembali ke Bank Indonesia pada 2009.

Setelah kembali ke BI, Perry menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membidangi kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional, sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada periode 2009–2013.

Kariernya terus menanjak ketika dipercaya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2013–2018. Lima tahun kemudian, Perry dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2018–2023 dan kembali memperoleh kepercayaan memimpin bank sentral pada periode kedua 2023–2028 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023.

Selama memimpin BI, Perry menerima berbagai penghargaan nasional maupun internasional. Di antaranya Governor of the Year Asia Pasifik dari Global Markets pada 2019, The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) pada 2018 dan 2022, serta The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Banker pada 2020.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia juga meraih sejumlah penghargaan kelembagaan, termasuk Best Asset Owner in Southeast AsiaContact Center World, hingga The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific.

Baca Juga: Mundur dari Gubernur BI, Segini Harta Kekayaan Perry Warjiyo

Baca Juga: Breaking News! Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan

Selain aktif sebagai bankir sentral, Perry dikenal produktif di bidang akademik. Ia telah menerbitkan berbagai buku dan publikasi mengenai ekonomi dan kebijakan moneter, di antaranya Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), serta Kebijakan Moneter di Indonesia(2003).

Perjalanan karier tersebut kini memasuki babak baru setelah Perry memutuskan mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi. Pemerintah telah menerima surat pengunduran dirinya, sementara kepemimpinan BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri