Sherly Tjoanda Kritik Proyek Sekolah Rakyat, Jendela 'Jadul' Disorot: Aduh Ganti Saja
Kredit Foto: Istimewa
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang blak-blakan saat meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Halmahera Utara.
Kali ini, sorotan Sherly bukan pada progres pembangunan, melainkan kualitas material bangunan yang dinilai kurang sesuai untuk menunjang keamanan dan kenyamanan siswa.
Dalam inspeksi tersebut, Sherly secara langsung meminta agar spesifikasi jendela di ruang kelas dikaji ulang. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang dibangun untuk anak-anak harus mengutamakan aspek keselamatan sekaligus kemudahan perawatan.
Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya pada Senin (27/7), Sherly menjelaskan peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus mengecek kualitas bangunan yang sedang dikerjakan.
Baca Juga: Kepsek di Halteng Kena Semprot Sherly Tjoanda: Dana Rp1 Miliar Dipakai Buat Apa?
Saat memasuki salah satu ruang kelas sekolah dasar, perhatian Sherly langsung tertuju pada jendela yang masih menggunakan kaca model lama.
"Oh masih pakai kayak gini aduh anak SD pakai kaca jaman tempo dulu begini," katanya.
Ia menilai penggunaan material tersebut kurang tepat diterapkan di lingkungan sekolah dasar karena berpotensi menimbulkan risiko bagi para siswa dalam jangka panjang.
"Desainnya kayak gitu kenapa juga pakai kaca tempo dulu gini," lanjut Sherly.
Tak berhenti pada kritik, Sherly juga langsung memberikan arahan agar spesifikasi jendela dievaluasi. Ia mengusulkan penggunaan material aluminium yang dinilai lebih aman sekaligus lebih mudah dalam perawatannya.
"Nggak bisa ganti spek ya boleh request nggak? Foto jendela itu whatsapp ke saya ganti barang lain aja yang aluminium aja," ujarnya.
Sebelumnya, Sherly juga sempat mengapresiasi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Halmahera Barat yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca Juga: TPP ASN Dipotong 10%, Sherly Tjoanda Jujur Soal Kas Daerah: Ini Opsi Terbaik
Di Maluku Utara, proyek Sekolah Rakyat dibangun di dua lokasi utama. Lokasi pertama berada di Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, dengan luas lahan sekitar 86.000 meter persegi.
Sementara lokasi kedua berada di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, dengan luas lahan sekitar 88.000 meter persegi.
Sekolah Rakyat tersebut dirancang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium digital, perpustakaan, hingga ruang keterampilan. Selain itu tersedia pula asrama siswa putra dan putri, rumah susun guru, fasilitas makan dan dapur.
Tak hanya itu, kawasan sekolah juga akan memiliki fasilitas olahraga dan rekreasi seperti lapangan sepak bola lengkap dengan running track, lapangan basket, lapangan voli, gedung serbaguna, serta area hijau berupa kebun sekolah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: