Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Tertekan Lima Hari Berturut-turut, Ini Sentimen yang Membebani Pasar

IHSG Tertekan Lima Hari Berturut-turut, Ini Sentimen yang Membebani Pasar Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (28/7/2026), sekaligus memperpanjang tren pelemahan menjadi lima hari perdagangan berturut-turut.

Tekanan jual yang masih mendominasi pasar membuat indeks terkoreksi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap dinamika kepemimpinan Bank Indonesia (BI) dan agenda rebalancing sejumlah indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup melemah 0,89% atau 55,19 poin ke level 6.130,58.

Mayoritas sektor mengalami penurunan. Sektor properti dan real estat menjadi pemberat terbesar setelah turun 3,25%, disusul sektor energi yang melemah 1,75%, sektor perindustrian 1,00%, teknologi 0,88%, keuangan 0,85%, dan infrastruktur 0,76%.

Pelemahan juga terjadi pada sektor transportasi yang turun 0,74%, kesehatan 0,63%, barang baku 0,53%, serta barang konsumsi primer sebesar 0,34%. Sementara itu, sektor barang konsumsi non-primer menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan kenaikan dengan penguatan 0,52%.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup aktif dengan volume transaksi mencapai 24,87 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp10,70 triliun.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 360 saham ditutup melemah, 265 saham menguat, dan 172 saham stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi hingga akhir perdagangan.

Dari sisi prospek pasar, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak terbatas dalam jangka pendek.

"IHSG diperkirakan cenderung berkonsolidasi di rentang 6.080-6.250," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area positif, meski momentum penguatannya mulai melambat. Sementara itu, indikator Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Masih Menanti Kepastian Gubernur BI Baru

Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Rentan Koreksi! Ini 6 Saham yang Bisa Dipilih

Meski demikian, posisi IHSG masih bertahan di atas garis MA20 dan MA50 sehingga peluang pergerakan sidewaysdinilai masih terbuka.

Selain faktor teknikal, pelaku pasar masih mencermati perkembangan di Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Pergantian kepemimpinan bank sentral dinilai sempat memicu ketidakpastian pasar, terutama di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan ekspektasi arah kebijakan suku bunga.

Selain isu kepemimpinan BI, pelaku pasar juga mencermati pelaksanaan rebalancing indeks LQ45, IDX30, IDX80, dan Kompas100 yang mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Perubahan komposisi indeks tersebut diperkirakan memengaruhi pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar dalam beberapa waktu mendatang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri