Dari Bisnis Pulsa ke Trading, Japsku Dipercaya Kelola Investasi Rp3 Miliar
Kredit Foto: Istimewa
Trader sekaligus edukator pasar finansial Jafar Tri Maulana atau yang dikenal sebagai Japsku mengungkapkan bahwa kepercayaan investor menjadi titik balik perjalanan kariernya di dunia trading. Setelah melewati fase kerugian dan tekanan mental, ia memperoleh kepercayaan untuk mengelola dana investasi senilai Rp3 miliar pada 2021.
Jafar mengatakan perjalanan menjadi trader tidak berlangsung instan. Sebelum terjun ke pasar finansial, ia lebih dahulu membangun sejumlah usaha yang kemudian menjadi sumber modal awal sekaligus membentuk pola pikirnya dalam mengelola risiko.
Menurutnya, trading membutuhkan modal yang memadai agar strategi investasi dapat dijalankan secara optimal. Karena itu, ia memilih membangun usaha terlebih dahulu sebelum memperbesar aktivitas di pasar keuangan.
“Saya berpikir akan gagal jika tidak mengambil langkah itu. Saat itu saya paham profesi trading sangat membutuhkan modal yang besar, sehingga saya berani mengambil risiko untuk mengisi modal dari usaha yang saya miliki,” ujar Jafar dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).
Perjalanan Jafar di dunia trading dimulai pada 2017. Setahun berselang, ia mulai membukukan keuntungan dalam skala kecil. Namun, pada 2020, performanya justru mengalami kemunduran akibat terlalu percaya diri setelah memperoleh profit.
Ia mengakui saat itu lebih berorientasi mengejar keuntungan tanpa memperhitungkan risiko secara disiplin. Akibatnya, kerugian yang dialami justru lebih besar dibanding keuntungan yang diperoleh.
“Saat itu saya hanya berpikir bagaimana caranya profit, tanpa menyadari bahwa saya juga manusia yang bisa mengalami kerugian. Profit ada, tetapi kerugiannya justru lebih besar,” katanya.
Fase tersebut menjadi salah satu titik terberat dalam kariernya karena selain mengalami tekanan finansial, ia juga harus menghadapi tekanan psikologis akibat sulit menerima kerugian.
Momentum perubahan datang bukan dari aktivitas trading, melainkan dari bisnis lain yang dijalankannya. Saat itu Jafar mengelola layanan pulsa digital berbasis host-to-host (H2H) bernama Japulsa.
Ketika usahanya mengalami kebocoran data, ia berkenalan dengan seorang pengacara yang merupakan pengguna layanan tersebut. Hubungan profesional itu berkembang hingga akhirnya sang pengacara mempercayakan dana investasi sebesar Rp3 miliar kepada Jafar pada 2021.
“Beliau menjadi investor saya setelah melihat kualitas performa saya selama menggunakan jasa yang saya bangun. Dari situ akhirnya muncul kepercayaan,” ujarnya.
Dana tersebut kemudian diinvestasikan pada aset kripto Bitcoin yang saat itu dinilainya memiliki prospek jangka panjang.
“Ada seseorang yang mempercayakan modal kepada saya sebesar Rp3 miliar pada tahun 2021. Modal itulah yang kemudian menjadi titik balik perjalanan saya hingga sekarang,” kata Jafar.
Mengelola dana milik investor, menurut Jafar, menghadirkan tantangan yang jauh berbeda dibanding menggunakan modal pribadi. Tanggung jawab terhadap dana pihak lain membuatnya lebih disiplin dalam menerapkan manajemen risiko serta mengendalikan emosi saat mengambil keputusan investasi.
“Mengelola dana orang lain memang terasa berbeda. Tekanan mentalnya lebih besar, tetapi justru di situlah muncul pembelajaran. Kita sadar bahwa kalau gagal, kita harus mengembalikan kepercayaan yang sudah diberikan investor,” tuturnya.
Pengalaman tersebut mendorongnya menyusun berbagai skenario sebelum membuka posisi di pasar serta memperkuat disiplin dalam setiap transaksi.
Jafar juga menilai keberhasilan di dunia trading tidak semata ditentukan oleh keberuntungan. Menurutnya, momentum hanya akan memberikan hasil apabila dibarengi dengan kesiapan, keberanian, dan kemampuan mengelola risiko.
“Cara menjemput hoki adalah berpikir positif terhadap apa yang kita lakukan. Hoki datang kepada orang yang berani, tetapi keberanian itu harus diimbangi dengan pikiran yang positif dan kesiapan saat momentum datang,” ujarnya.
Meski kini dikenal sebagai trader dan edukator pasar finansial, Jafar mengaku belum menganggap dirinya telah sukses. Baginya, keberhasilan baru memiliki arti ketika dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
“Saya belum merasa sukses. Yang terpenting bagi saya adalah terus bertumbuh dan membuat orang-orang di sekitar ikut merasakan manfaat dari apa yang saya capai,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: