Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat sebut Prabowo Bisa Kalah di Pilpres 2029, Pelan-Pelan 'Digerogoti' Dedi Mulyadi

Pengamat sebut Prabowo Bisa Kalah di Pilpres 2029, Pelan-Pelan 'Digerogoti' Dedi Mulyadi Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang memperlihatkan dalam 9 bulan terakhir elektabilitas Prabowo Subianto di simulasi semi terbuka menurun dari 34.9 persen di survei November 2026 menjadi 14.5 persen di survei Juli 2026.

Kata Jamiluddin, menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo berkorelasi dengan menurunnya elektabilitasnya.

"Ini artinya, semakin tidak puas publik terhadap kinerja Prabowo semakin turun elektabilitasnya. Hal itu tentu menjadi lampu kuning bagi Prabowo bila ingin mencalonkan kembali pada Pilpres mendatang. Sebab, bila penurunan elektabilitas Prabowo konsisten, maka peluang Prabowo terpilih kembali pada Pilpres 2029 akan relatif kecil," kata Jamiluddin kepada Warta Ekonomi.

Menariknya, elektabilitas Prabowo justru dibawah Dedi Mulyadi yang merupakan hanya seorang kader Gerindra. Dedi pelan-pelang 'menggerogoti' dan menyalip elektabilitas Prabowo, yang merupakan bosnya, alias ketua umum Gerindra.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan elektabilitas Dedi terus melejit bila tetap konsisten membangun infrastuktur hingga pedesaan. Apalagi bila Dedi tetap konsisten menyapa dan peduli terhadap warganya," jelasnya.

Sebaliknya Prabowo bila tidak dapat membenahi ekonomi, politik, dan penegakan hukum, maka elektabilitasnya berpeluang semakin anjlok. Bila hal itu terus terjadi hingga mendekati 2029, maka peluang Prabowo memenangkan 

Untuk diketahui, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19.7 persen menjadi 35 persen. Hasil survei itu sejalan dengan menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Subianto.

Pada November 2025 kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo 81,2 persen dan pada Juli 2026 turun menjadi 51, 1 persen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat