Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Buka GIIAS 2026, Menperin Harap Penjualan Mobil Tembus Target 850 Ribu Unit

Buka GIIAS 2026, Menperin Harap Penjualan Mobil Tembus Target 850 Ribu Unit Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Tangerang -

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tak hanya menjadi ruang pameran kendaraan baru, tetapi juga diharapkan menjadi momentum yang mampu mendongkrak penjualan mobil nasional pada paruh kedua tahun ini.

Optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026).

Agus menilai tren penjualan kendaraan sepanjang semester pertama menjadi modal kuat bagi industri otomotif untuk menutup tahun dengan hasil yang lebih baik. Bahkan, menurutnya, capaian penjualan mobil nasional berpeluang melampaui target 850 ribu unit yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Target 850 ribu unit bukanlah batas maksimal. Kami optimistis angka penjualan hingga akhir tahun bisa melampaui target tersebut," ujar Agus.

Keyakinan tersebut didukung oleh kinerja pasar otomotif yang terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer (wholesales) selama Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit atau meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 376.707 unit.

Sementara itu, penjualan dari dealer kepada konsumen (retail sales) juga mencatatkan hasil positif. Selama enam bulan pertama tahun ini, penjualan retail mencapai 433.848 unit, naik 10,5 persen dibandingkan Januari-Juni 2025 yang tercatat sebanyak 392.778 unit.

Menurut Agus, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa permintaan domestik masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, Indonesia dinilai tetap memiliki peluang karena tingkat kepemilikan kendaraan masyarakat masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain.

Selain optimistis terhadap penjualan, Agus juga berharap penyelenggaraan GIIAS 2026 mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif di kawasan Asia Tenggara.

Ia mengapresiasi konsistensi Gaikindo yang telah menyelenggarakan GIIAS selama lebih dari tiga dekade. Menurutnya, menjaga relevansi sebuah pameran otomotif hingga memasuki penyelenggaraan ke-33 bukanlah hal yang mudah.

Baca Juga: Kemenperin Siapkan Insentif bagi Kawasan Industri yang Bertransformasi Hijau

"Pemerintah akan terus bermitra dengan industri otomotif karena sektor ini berperan besar terhadap investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah manufaktur, hingga ekspor kendaraan dan komponen," katanya.

Agus menegaskan Kementerian Perindustrian akan terus menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan daya saing industri otomotif nasional agar tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi global.

Optimisme serupa juga disampaikan Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika. Ia mengatakan performa penjualan mobil sepanjang semester pertama menjadi sinyal positif bagi industri sehingga target penjualan nasional tahun ini dinilai realistis untuk dicapai.

Menurut Putu, penyelenggaraan GIIAS 2026 juga menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pameran tersebut. Banyaknya peserta dari berbagai negara menunjukkan kepercayaan produsen otomotif global terhadap prospek pasar Indonesia.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, industri otomotif Indonesia masih mampu menunjukkan daya tahan yang baik. GIIAS tahun ini diharapkan menjadi dorongan baru agar industri bergerak semakin cepat," ujarnya.

Ia menambahkan Indonesia kini tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar kendaraan bermotor, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai pusat produksi sekaligus basis ekspor otomotif di kawasan Asia Tenggara.

Tahun ini GIIAS menghadirkan lebih dari 65 merek kendaraan dari Jepang, Korea Selatan, China, Amerika Serikat, Eropa hingga Vietnam. Selain itu, lebih dari 150 perusahaan industri pendukung turut berpartisipasi dalam pameran yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 tersebut.

Baca Juga: Menperin Buka GIIAS 2026, Industri Otomotif Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Berbagai agen pemegang merek (APM) memanfaatkan GIIAS sebagai panggung peluncuran produk terbaru, mulai dari mobil bermesin konvensional, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), hingga teknologi kendaraan yang mengandalkan kecerdasan buatan.

Tren elektrifikasi masih menjadi sorotan utama pada penyelenggaraan tahun ini. Beragam inovasi seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), fitur konektivitas kendaraan, serta teknologi berbasis artificial intelligence (AI) semakin banyak diperkenalkan kepada publik.

Bagi pelaku industri, pameran otomotif seperti GIIAS menjadi momentum penting untuk meningkatkan permintaan pasar sekaligus mengumpulkan surat pemesanan kendaraan (SPK). Karena itu, penyelenggaraan GIIAS 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan mobil nasional hingga akhir tahun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman