Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang semester I-2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,04 triliun, melonjak 72,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp603,81 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), lonjakan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan. Hingga akhir Juni 2026, penjualan bersih Ultrajaya mencapai Rp5,49 triliun, meningkat dari Rp4,08 triliun pada semester I-2025.
Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan juga naik 32,5% menjadi Rp3,59 triliun. Namun, kenaikan biaya tersebut masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan, sehingga laba bruto meningkat 39% menjadi Rp1,89 triliun, dari Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga mencatat perbaikan dari sisi efisiensi operasional. Beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp599,06 miliar, turun 3,9% dibandingkan Rp623,46 miliar pada semester I-2025.
Efisiensi tersebut mendorong laba usaha melonjak 73,4% menjadi Rp1,29 triliun, sementara laba sebelum pajak meningkat 71,2% menjadi Rp1,33 triliun.
Baca Juga: Blue Bird Raup Pendapatan Rp2,97 Triliun, Laba Bersih Malah Anjlok
Baca Juga: Penjualan HM Sampoerna (HMSP) Capai Rp56,5 Triliun, Cuan Melonjak Nyaris Dua Kali Lipat
Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp29,5 Triliun, Kredit Pecah Rekor Lewati Rp1.000 Triliun
Dari sisi neraca, total aset Ultrajaya hingga 30 Juni 2026 tercatat Rp9,06 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp9,25 triliun.
Sementara itu, liabilitas meningkat menjadi Rp1,04 triliun dari Rp937,01 miliar, sedangkan ekuitas turun tipis menjadi Rp8 triliun dari Rp8,3 triliun pada akhir tahun lalu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: