Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mitra Keluarga Kelapa Gading Sukses Tangani Lebih dari 100 Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif dalam Setahun

Mitra Keluarga Kelapa Gading  Sukses Tangani Lebih dari 100 Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif dalam Setahun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkembangan teknologi bedah jantung kini membuka harapan baru bagi pasien penyakit jantung koroner di Indonesia. Jika selama ini operasi bypass identik dengan sayatan besar di dada atau bahkan harus dilakukan di luar negeri, kini tindakan tersebut dapat dilakukan di dalam negeri melalui teknik bedah minimal invasif dengan masa pemulihan yang lebih singkat.

Salah satu rumah sakit yang mengembangkan layanan tersebut adalah Mitra Keluarga Kelapa Gading. Dalam satu tahun terakhir, rumah sakit ini telah menangani lebih dari 100 pasien penyakit jantung koroner melalui prosedur Minimally Invasive Cardiac Surgery Coronary Artery Bypass Graft (MICS CABG). Capaian ini memperkuat posisi Mitra Keluarga Kelapa Gading sebagai salah satu rumah sakit swasta yang berpengalaman dalam layanan bedah jantung minimal invasif di Indonesia.

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesehatan kardiovaskular. Berdasarkan data prevalensi penyakit jantung yang didiagnosis dokter, angkanya mencapai 0,85 persen pada seluruh kelompok usia. Salah satu kondisi yang paling sering membutuhkan tindakan operasi adalah penyakit jantung koroner, yaitu penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak.

Penyumbatan tersebut menyebabkan aliran darah dan oksigen menuju otot jantung berkurang. Akibatnya, pasien dapat mengalami nyeri dada, sesak napas, cepat lelah, gangguan irama jantung, hingga serangan jantung. Pada kondisi tertentu, ketika penyumbatan tidak lagi dapat diatasi dengan obat-obatan maupun pemasangan stent, operasi bypass menjadi pilihan untuk mengembalikan aliran darah ke jantung.

Selama bertahun-tahun, operasi bypass jantung dilakukan melalui metode bedah dada terbuka. Dokter harus membelah tulang dada untuk mengakses jantung secara langsung sebelum membuat jalur baru bagi aliran darah menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain. Metode ini umumnya meninggalkan luka operasi yang lebih besar sehingga pasien membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama sebelum dapat kembali beraktivitas.

Perkembangan teknologi bedah kemudian menghadirkan pendekatan yang lebih minimal invasif melalui teknik MICS CABG. Pada prosedur ini, dokter tetap membuat jalur baru untuk melewati pembuluh darah yang tersumbat, tetapi tindakan dilakukan melalui sayatan kecil di sela tulang rusuk sehingga tulang dada tidak perlu dibelah.

“Pendekatan tersebut membantu mengurangi trauma jaringan, menekan nyeri pascaoperasi, serta mempercepat proses pemulihan. Dengan kondisi fisik yang pulih lebih cepat, pasien memiliki peluang untuk kembali beraktivitas dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan operasi bypass konvensional,” ujar dr. Wirya Ayu Graha, Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular Konsultan Jantung Dewasa Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr. Marolop Pardede, menjelaskan bahwa pendekatan minimal invasif tetap memungkinkan dokter melakukan bypass pada seluruh pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan.

“Dibandingkan operasi konvensional, melalui MICS CABG seluruh pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan tetap dapat dilakukan bypass meskipun melalui sayatan yang sangat kecil, sekitar 7–8 sentimeter,” ujar dr. Marolop.

Direktur Regional III Mitra Keluarga, dr. Ronald Reagen, mengatakan bahwa perkembangan layanan bedah jantung di Indonesia memberikan lebih banyak pilihan bagi pasien penyakit jantung koroner untuk memperoleh terapi dengan standar pelayanan yang baik tanpa harus berobat ke luar negeri.

“Mitra Keluarga Kelapa Gading merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi pionir dan memiliki pengalaman dalam penanganan operasi bypass jantung minimal invasif di Indonesia,” ujar dr. Ronald Reagen.

Keberhasilan menangani lebih dari 100 tindakan MICS CABG dalam satu tahun terakhir menjadi bagian dari komitmen Mitra Keluarga Kelapa Gading untuk terus mengembangkan layanan kardiovaskular yang komprehensif. Melalui Heart & Vascular Center, rumah sakit menghadirkan layanan mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan bedah, hingga rehabilitasi pasien.

dr. Ronald Reagen menambahkan bahwa layanan bedah jantung minimal invasif diharapkan dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap teknologi operasi jantung modern di Indonesia.

“Keberhasilan menangani lebih dari 100 pasien dalam satu tahun terakhir semakin memperkuat komitmen kami sebagai salah satu pionir layanan MICS CABG di Indonesia. Kami ingin semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap operasi bypass jantung minimal invasif dengan pemulihan yang lebih cepat,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi