Laba Bersih BNI Tumbuh 6,6% Jadi Rp10,76 Triliun pada Semeseter I 2026
Kredit Foto: BNI.co.id
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026 dengan mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp10,76 triliun. Angka ini meningkat 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp10,09 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan dipublikasikan pada Rabu (5/8/2026), pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 14,2% secara tahunan menjadi Rp22,29 triliun.
Di sisi lain, pendapatan nonbunga juga meningkat 12,5% menjadi Rp11,75 triliun, sehingga total pendapatan operasional mencapai Rp34,04 triliun atau naik 13,6% dibandingkan semester I 2025.
Dari sisi bisnis intermediasi, BNI mencatat penyaluran kredit sebesar Rp968,54 triliun, tumbuh 24,4% secara tahunan. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan kuat dengan nilai mencapai Rp1.100,19 triliun, naik 22,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring pertumbuhan bisnis tersebut, total aset BNI meningkat 21,6% menjadi Rp1.461 triliun.
Struktur DPK masih didominasi dana murah atau current account saving account (CASA) yang mencapai Rp719,97 triliun, tumbuh 11,2% secara tahunan. Dana giro tercatat naik 12,3% menjadi Rp428,64 triliun, sementara tabungan meningkat 9,6% menjadi Rp291,33 triliun.
Adapun dana deposito mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 50,7% menjadi Rp380,22 triliun.
Dari sisi profitabilitas operasional, pre-provision operating profit (PPOP) meningkat 14,5% menjadi Rp18,50 triliun. Namun demikian, beban pencadangan atau provisioning charges juga naik 42,1% menjadi Rp5,38 triliun.
Baca Juga: BNI Terbitkan AT1 US$700 Juta, Perkuat Modal Dukung Transformasi BUMN
Baca Juga: BRI, BNI, dan Mandiri Resmi Lepas Anak Usaha Manajer Investasi ke Danantara
Kualitas aset perseroan juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank only berada di level 1,9%, sementara loan at risk (LaR) membaik dari 11,0% menjadi 8,1%.
Sementara itu, credit cost tercatat 1,12%, masih sesuai dengan target yang ditetapkan perseroan pada kisaran 1,0%-1,2%.
Untuk sepanjang 2026, BNI mempertahankan target pertumbuhan kredit di kisaran 8%-10% serta proyeksi credit cost sebesar 1,0%-1,2%.
Meski demikian, perseroan menyesuaikan target net interest margin (NIM) menjadi 3,3%-3,5%, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,5%-3,8%.
Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mengakomodasi ketatnya persaingan dalam penghimpunan dana deposito yang terjadi pada kuartal II 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: