Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Istana Buka Suara soal Isu Prabowo Bakal Copot Kapolri Jenderal Listyo

Istana Buka Suara soal Isu Prabowo Bakal Copot Kapolri Jenderal Listyo Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Spekulasi mengenai pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang belakangan ramai beredar akhirnya mendapat respons langsung dari Istana. Pemerintah menegaskan kabar yang menyebut telah terbit Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Kapolri tidak benar.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Ia membantah keras isu yang berkembang di tengah publik.

"Hah? kata siapa ada surpres Kapolri?" kata Prasetyo kepada wartawan.

Baca Juga: Viral Kopdes Berdiri di Tengah Hutan, Staf Prabowo: Justru Itu Tujuannya

Prasetyo juga memastikan hingga saat ini tidak ada Surat Presiden yang berisi pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri.

"Ya isu, tidak ada, tidak ada, tidak ada surpres Kapolri," ujarnya.

Sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah merespons rumor yang menyebut dirinya akan digantikan. Menurutnya, pergantian Kapolri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.

Sebagai anggota Polri, Sigit menegaskan dirinya siap menjalankan apa pun keputusan yang nantinya diambil kepala negara.

Baca Juga: Heboh Aksi Demo Tak Diliput Media, Anak Buah Prabowo Bantah: Itu Rekaman Lama

"Itu prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit apapun dilaksanakan. Kita menunggu saja," katanya, Rabu (5/8).

Meski isu tersebut terus bergulir, Sigit memastikan kabar yang beredar sama sekali tidak memengaruhi kinerjanya maupun institusi Polri.

"Oh, enggak. Sangat tidak (mengganggu)," lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aris Marsudiyanto, memilih tidak membenarkan maupun membantah isu pergantian Kapolri.

Namun, Aris menilai rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam tata kelola pemerintahan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru berspekulasi dan menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri