Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ditutup Melesat 1,04% ke Level 6.409, Nilai Transaksi Tembus Rp16,46 Triliun

IHSG Ditutup Melesat 1,04% ke Level 6.409, Nilai Transaksi Tembus Rp16,46 Triliun Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (7/8/2026) di zona hijau. Penguatan ini memperpanjang reli pasar saham domestik meski pelaku pasar masih dibayangi berbagai sentimen global menjelang akhir pekan.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04% ke level 6.409,65. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.343,71, sekaligus membawa indeks kembali menembus level psikologis 6.400.

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Total nilai transaksi mencapai Rp16,46 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 37,98 miliar saham yang berpindah tangan melalui sekitar 2,21 juta kali transaksi.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI mulai mendekati area jenuh beli (overbought) yang mengindikasikan ruang kenaikan mulai terbatas. Di sisi lain, tekanan jual juga terlihat meningkat.

Meski begitu, prospek pergerakan IHSG masih dinilai cukup terjaga. Hal ini tercermin dari indikator MACD yang masih berada di zona positif, sementara posisi indeks tetap bertahan di atas garis rata-rata pergerakan MA5 hingga MA50.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways atau mendatar di kisaran 6.300-6.400," tulis Phintraco Sekuritas.

Dari sisi fundamental, perhatian pelaku pasar hari ini tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026.

Baca Juga: BEI Lelang 11 Saham Hasil Buyback pada 1 September, Investor Ritel Tak Bisa Ikut

Baca Juga: OJK Tunjuk Alex Widi sebagai Calon Komisaris BEI, Tinggal Tunggu Persetujuan RUPSLB

Baca Juga: Ini Daftar Terbaru 54 Emiten yang Berstatus Saham HSC BEI, Apa Saja?

Sebagai gambaran, cadangan devisa pada Juni 2026 tercatat meningkat menjadi US$145,6 miliar, dari US$144,9 miliar pada Mei, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam hampir dua tahun akibat tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, investor juga akan mencermati data Indeks Harga Properti Residensial kuartal II-2026 yang diperkirakan tumbuh 0,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,62% pada kuartal sebelumnya.

Sentimen lain yang turut menjadi perhatian adalah rencana pemerintah menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 11 Agustus 2026 dengan target indikatif sebesar Rp10 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri