Maldini Ungkap Alasan Mundur dari FIGC: Kesepakatan Soal Pelatih Timnas Italia Berubah
Kredit Foto: Gemini/ Wahyu Pratama
Paolo Maldini akhirnya mengungkap alasan dirinya meninggalkan posisi direktur teknik Federasi Sepakbola Italia (FIGC) hanya beberapa pekan setelah ditunjuk. Legenda AC Milan itu mengaku memilih mundur karena kesepakatan awal mengenai kewenangan memilih pelatih Timnas Italia berubah.
Maldini sejatinya baru ditunjuk sebagai direktur teknik FIGC pada Juli 2026. Ia bahkan mendapatkan kontrak berdurasi empat tahun yang seharusnya mulai berlaku pada 1 Agustus, tetapi memilih mengundurkan diri sebelum masa kerja tersebut dimulai.
Menurut Maldini, keputusan itu berkaitan dengan kesepakatan yang dibuatnya bersama Presiden FIGC Giovanni Malagò. Saat awal menerima jabatan, Maldini mengaku mendapat kewenangan untuk menentukan sosok pelatih Timnas Italia.
"Kesepakatan telah diubah. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mengundurkan diri, melepaskan kontrak empat tahun yang seharusnya dimulai pada 1 Agustus," ujar Maldini kepada Corriere della Sera, dikutip Football Italia.
Maldini kemudian menjelaskan pembicaraan awal dengan Malagò mengenai posisi tersebut. Salah satu pertanyaan pertama yang diajukan adalah mengenai siapa yang memiliki hak untuk menentukan pelatih tim nasional.
"Nah, hal pertama yang saya tanyakan adalah: 'Siapa yang memilih pelatih?'. Malagò menjawab: 'Pelatih terserah Anda dan saya akan mendukungnya.' Itulah kesepakatannya. Kemudian beberapa kejadian telah mengubahnya," kata Maldini.
Persoalan semakin rumit ketika Maldini menginginkan Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia. Namun, rencana tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari Malagò.
Pirlo menjadi sorotan karena statusnya sebagai duta perusahaan judi asal Rusia, Fonbet. Kondisi tersebut membuat Malagò disebut tidak lagi merestui mantan gelandang Timnas Italia itu untuk menduduki posisi pelatih.
Maldini mengakui persoalan Pirlo memang menjadi salah satu pemicu keputusannya. Meski demikian, ia menilai status Pirlo tidak secara hukum menghalanginya untuk menjadi pelatih Italia.
"Saya akan mengatakan demikian (status Pirlo itu memang berpengaruh). Kami tidak mengetahuinya. Opini publik telah menjalankan tugasnya. Namun tak ada hal di ranah hukum yang akan mencegah Andrea menjadi pelatih kepala tim nasional," ujar Maldini.
Menurut Maldini, Pirlo bahkan bersedia mengakhiri hubungan dengan perusahaan taruhan tersebut apabila diperlukan. Karena itu, ia merasa persoalan tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang jika memang ada keinginan serius untuk menunjuk Pirlo.
"Itu jelas dibesar-besarkan. Pirlo bersedia memutus kontrak dengan perusahaan taruhan Rusia itu. Dia orang yang baik, dia tidak pantas mendapatkan semua keributan ini. Mereka mengeluarkan kode etik, dekrit martabat. Tetapi, jika ada keinginan tulus untuk menjadikannya sebagai pelatih kepala, tidak akan ada hambatan hukum," katanya.
Situasi kemudian mencapai titik yang membuat Maldini merasa kewenangannya sudah berubah. Ia mengungkap Malagò menghubunginya bersama Leonardo Araujo, penasihat teknis yang juga akhirnya mengundurkan diri.
Menurut Maldini, dalam percakapan tersebut Malagò menyampaikan bahwa keputusan mengenai pelatih mulai berada di tangannya. Maldini tidak lagi memiliki kewenangan seperti kesepakatan awal.
"Dia (Malago) menelepon saya dan Leonardo (Araujo, penasihat teknis Maldini yang juga mundur bersamaan) untuk bilang: 'Menurut pendapat saya, kita tak bisa lagi memilih Pirlo. Mulai hari ini, pelatih terserah saya. Mulai hari ini, aturannya berubah, saya yang memutuskan pelatih dan Anda yang menyetujuinya," ujar Maldini.
Baca Juga: Pirlo Ditolak Jadi Pelatih Italia, Maldini dan Leonardo Kompak Mundur dari FIGC
Perubahan tersebut dinilai Maldini tidak bisa diterima karena berkaitan langsung dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Ia pun tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan sikap.
"Tapi saya punya pekerjaan dan tanggung jawab, dan saya pikir itu adalah hal yang tidak dapat diterima untuk dikatakan. Kami membutuhkan waktu 24 jam lalu menyerahkan pengunduran diri kami, pada kontrak yang bahkan belum dimulai," jelasnya.
Maldini juga menegaskan persoalannya bukan sekadar mengenai satu nama pelatih. Baginya, kepercayaan antara dirinya dan pimpinan FIGC menjadi fondasi penting untuk menjalankan tugas besar membangun Timnas Italia.
"Saya terbiasa dengan hal-hal yang dilakukan dengan cara berbeda. Tidak ada lagi kepercayaan yang kami butuhkan untuk melaksanakan tugas yang sangat besar," tegas Maldini.
Setelah Maldini pergi, FIGC kemudian menunjuk Claudio Ranieri untuk mengisi posisi direktur teknik. Sementara itu, persoalan mengenai siapa yang memiliki kewenangan menentukan pelatih Timnas Italia menjadi salah satu latar utama di balik keputusan mengejutkan Maldini tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: