Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Balik Keputusan Dokter Tifa 'Hijrah' dari Kasus Ijazah Jokowi: Intimidasi hingga Upaya Pembunuhan

Di Balik Keputusan Dokter Tifa 'Hijrah' dari Kasus Ijazah Jokowi: Intimidasi hingga Upaya Pembunuhan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dokter Tifauzia Tyasumma (Dokter Tifa) membuat sebuah pengakuat mengejutkan terkait dengan alasannya  untuk tidak lagi mengurusi polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Ia menyebut dirinya menghadapi rangkaian persoalan selama proses perkara tersebut, termasuk apa yang ia klaim sebagai intimidasi, penganiayaan hingga upaya pembunuhan.

Menurut Tifa, persoalan yang dihadapinya bukan semata-mata proses hukum berupa penangkapan, penahanan, maupun pendakwaan. Ia juga mengklaim adanya tindakan lain yang berdampak terhadap dirinya secara fisik, mental, maupun materi.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Buru Motor Knalpot Brong: Ganti di Tempat, Baru Boleh Pulang

"Sebenarnya dalam bulan Juni hingga Agustus 2026. Selain penangkapan, penahanan, upaya pembunuhan, pendakwaan, dan upaya perampasan dan penyitaan aset tempat kediaman," kata Tifa, dikutip Selasa (11/8/2026).

Tifa juga mengaku mengalami dugaan penganiayaan serta tindakan yang ia nilai sebagai bentuk penzaliman. Ia mengatakan rangkaian kejadian tersebut menyebabkan kerugian dalam berbagai aspek kehidupan.

"Juga terjadi penganiayaan dan penzaliman dengan kerugian moril, materiil, lahir dan bathin," ujarnya.

Klaim tersebut menjadi bagian penting dari alasannya memilih tidak lagi berkutat dalam polemik yang sebelumnya ikut menyeret namanya. Ia menyiratkan bahwa ada beban yang harus ditanggungnya selama perkara tersebut berlangsung.

Namun, hingga kini ia belum mengungkap secara lengkap kronologi maupun rincian mengenai dugaan intimidasi, penganiayaan dan upaya pembunuhan yang disebutnya. Ia mengatakan masih ada cerita yang belum disampaikan kepada publik.

Sebelumnya, Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa memutuskan mengakhiri keterlibatan aktifnya dalam polemik dugaan palsunya ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Setelah lebih dari setahun menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mengangkat isu tersebut, ia mengaku merasa tugasnya telah selesai.

Tifa merefleksikan perjalanan panjang yang dilaluinya, termasuk berbagai konsekuensi hukum yang menurutnya ikut menghampiri selama mengkritisi persoalan terkait. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memilih mengakhiri peran sebagai pihak yang aktif mengikuti polemik ijazah Jokowi.

"Satu tahun berselang ya, berbagai macam peristiwa terjadi, termasuk kriminalisasi yang terjadi pada saya sejak tanggal 30 April 2025. Dan satu tahun ini saya berpikir bahwa untuk saya itu ya cukup," ujar Tifa.

Baca Juga: Eks Waketum Projo: Gerak-gerik Jokowi Hari Ini Tak Lepas dari Upaya Amankan Prabowo-Gibran di 2029

Tifa diketahui menjadi salah satu tersangka bersama Roy Suryo. Keduanya ditangkap penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat, 19 Juni 2026. Keduanya disebut diamankan secara terpisah di Jakarta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar