Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Akui Keterkenalan di Media Sosial Tak Sebanding dengan Kinerja

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Akui Keterkenalan di Media Sosial Tak Sebanding dengan Kinerja Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuat pengakuan menarik ketika menanggapi kritik mengenai popularitasnya di media sosial. Dedi secara terbuka mengakui bahwa tingkat keterkenalannya di dunia maya belum tentu sebanding dengan kinerjanya sebagai kepala daerah.

Dedi menyadari popularitas di media sosial bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang gubernur. Banyaknya perhatian publik terhadap konten maupun aktivitasnya di dunia maya, menurutnya, harus dibarengi dengan kinerja pemerintahan yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Baca Juga: UGM Tak Ingin Lagi Berurusan Soal Polemik Ijazah Jokowi: Asli atau Palsu, Jangan Tanya ke Kampus

"Memang, saya akui keterkenalan di media sosial tidak sebanding dengan kinerja. Saya jadikan kritik sebagai pemacu kinerja untuk melayani masyarakat," kata Dedi, dikutip Selasa (11/8/2026).

Dedi diketahui, di luar kebijakan pemerintah, kerap memberikan bantuan secara langsung ketika menemui masyarakat. Bantuan tersebut antara lain pembangunan rumah tidak layak huni hingga pemberian sepeda bagi anak yang membutuhkan kendaraan untuk beraktivitas.

Ia sendiri dikenal aktif membagikan aktivitasnya ketika berkeliling Jawa Barat. Berbagai kegiatan yang dilakukan saat menemui masyarakat kerap dikemas menjadi konten media sosial.

Dedi menegaskan bahwa dokumentasi kegiatan bersama warga memang sudah menjadi bagian dari aktivitas rutinnya sebagai kepala daerah. Menurutnya, kamera selalu dibawa untuk merekam berbagai interaksi dengan masyarakat yang kemudian dibagikan melalui media sosial.

Ia menjelaskan, dokumentasi tersebut bukan sesuatu yang dibuat-buat, melainkan menjadi sarana untuk memperlihatkan secara langsung aktivitas pelayanan dan kunjungan yang dilakukan kepada masyarakat.

Menurut Dedi, media sosial saat ini menjadi salah satu kanal komunikasi yang efektif agar masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan pemerintah secara lebih terbuka. Karena itu, setiap momen yang dinilai memiliki nilai informasi kerap direkam dan dipublikasikan.

Namun, tingginya eksposur tersebut juga membuat kinerjanya semakin mudah dibandingkan dengan tingkat popularitas yang dimilikinya. Kritik kemudian muncul ketika sebagian pihak menilai popularitas sang gubernur belum mencerminkan capaian pemerintahannya.

Baca Juga: Denny Indrayana: Sayembara Temukan Ijazah Gibran Tadinya Akan Berhadiah Rp1 Miliar, Bukan Rp100 Juta

Salah satu kritik datang dari Pengamat Politik Adi Prayitno. Ia menyoroti sejumlah persoalan pembangunan di wilayah yang dipimpin politikus itu, termasuk angka pengangguran, kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar