Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Jangan Diskusi dengan Teddy' Argumen Prabowo soal Pendidikan Indonesia Tertinggal Disorot

'Jangan Diskusi dengan Teddy' Argumen Prabowo soal Pendidikan Indonesia Tertinggal Disorot Kredit Foto: BPMI

Menurut Ferry, pihak yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan tentu memahami bahwa salah satu persoalan justru berada pada pemerintah pusat. Ia menyoroti kebijakan pendidikan yang dinilai sering berubah, mulai dari kurikulum hingga pembiayaan.

"Bagi orang yang lama di urusan pendidikan, pasti tahu masalahnya pak, yaitu pemerintah pusat. Dimana Pempus membuat kebijakan yang suka berubah-ubah, mulai dari Kurikulum hingga kebijakan pembiayaan pendidikan. Walau tak menutup mata, ada juga daerah yang tidak beres mengurusi persekolahan," katanya.

Ferry kemudian membandingkan kebijakan pendidikan Singapura dengan pemerintah Indonesia. Ia mengambil contoh kebijakan terkait kesejahteraan guru yang akan diberlakukan di Singapura.

Pemerintah Singapura belum lama ini mengambil kebijakan menaikkan gaji guru sekian persen mulai 1 Oktober mendatang. Padahal, menurut Ferry, gaji guru di Singapura sudah jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Ia menilai alasan kebijakan tersebut cukup jelas, yakni memastikan profesi guru tetap menarik bagi talenta terbaik. Gaji guru, menurutnya, harus lebih tinggi dari rata-rata profesi lainnya agar orang-orang berkualitas tidak memilih meninggalkan profesi tersebut.

Baca Juga: 'Kirain Sudaryono Lebih Baik dari Nanik dan Dadan, Ternyata Sama Sering Blunder'

"Bandingkan dgn pemerintahan bapak. Bukannya menaikan Gaji Guru yang masih sangat-sangat rendah (tidak manusiawi menurut saya) yang dipikirkan agar talenta terbaik berlomba jadi guru, malah otak-atik soal buku. Malah punya ide memperbaharui seluruh buku sekolah yang tidak perlu dilakukan karena kita sudah punya BSE atau SIBI," ucap Ferry.

Tak berhenti di persoalan guru dan buku, Ferry turut menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah lainnya di bidang pendidikan. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya memiliki anggaran mencapai ratusan triliun rupiah.

Ia membandingkan besarnya anggaran tersebut dengan pembangunan dan perbaikan gedung sekolah yang dilakukan secara bertahap karena alasan keterbatasan anggaran.

"Negara lain serius dan fokus membereskan pendidikan rakyatnya, pak Presiden. Di Negara kita malah cari-cari proyek di bidang pendidikan yang acap tidak ada hubungan dgn peningkatan kualitas pendidikan," sambungnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri