AS Kirim Bantuan Gempa, Presiden Kolombia Ucapkan Terima Kasih ke Putin
Kredit Foto: Ist
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) memicu respons dari dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Di tengah bencana yang menewaskan ratusan orang, AS mengerahkan bantuan kemanusiaan, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Kolombia.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella secara terbuka menyampaikan terima kasih kepada Putin atas pesan dukungan yang diberikan setelah gempa melanda negaranya.
De la Espriella mengatakan pesan Putin diterima dengan penuh penghargaan oleh Kolombia, terutama bagi keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih dan masyarakat yang kini berupaya bangkit dari bencana.
Ia juga menegaskan bahwa rakyat Kolombia bersatu dalam menghadapi dampak gempa.
Kedutaan Besar Rusia di Kolombia sebelumnya mempublikasikan pesan Putin pada Selasa (11/8). Dalam pesan tersebut, Putin menyampaikan belasungkawa kepada de la Espriella dan keluarga korban serta berharap warga yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dapat segera sembuh.
Selain Rusia, AS bergerak cepat memberikan bantuan kepada Kolombia.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan pemerintahan Presiden Donald Trump langsung memobilisasi bantuan setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah Kolombia.
Beberapa jam setelah bencana, AS mengumumkan bantuan darurat senilai 15,5 juta dolar AS atau sekitar Rp252,6 miliar. Dana tersebut ditujukan untuk menyediakan tempat tinggal darurat, makanan, perlindungan bagi korban, serta melakukan penilaian terhadap kondisi bangunan yang terdampak.
AS juga mengerahkan Tim Bantuan Tanggap Bencana (DART). Anggota pertama tim tersebut disebut telah tiba di Kolombia pada hari terjadinya gempa untuk membantu penanganan di lapangan.
AS turut mengalokasikan 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,27 triliun untuk dana kemanusiaan bagi Kolombia melalui Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Dana tersebut merupakan bagian dari kontribusi AS kepada OCHA yang sebelumnya diumumkan mencapai 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,1 triliun.
Gempa terjadi pada Senin (10/8) dengan pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, wilayah administratif Choco. Guncangannya dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia hingga negara-negara tetangga.
Jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 224 orang, sementara lebih dari 800 lainnya mengalami luka-luka.
Besarnya dampak gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan runtuh dan memicu operasi pencarian serta penyelamatan di wilayah yang terdampak paling parah.
Respons AS terhadap bencana Kolombia menjadi perhatian karena hubungan kedua negara sebelumnya sempat mengalami ketegangan.
Pada Oktober 2025, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Kolombia saat itu, Gustavo Petro, dengan alasan pemerintahannya dinilai gagal menangani perdagangan narkoba ilegal.
AS menuding produksi kokain di Kolombia meningkat dan menuduh pemerintahan Petro membiarkan kartel narkoba berkembang. AS juga memasukkan sejumlah orang dari lingkaran pemerintahan Petro ke dalam daftar sanksi.
Baca Juga: Presiden Kolombia Kunjungi Kuba, Bentuk Perlawanan ke AS
Ketegangan semakin meningkat setelah AS mencabut visa Petro pada September 2025 menyusul pernyataannya dalam aksi yang mendukung Palestina.
Meski hubungan politik kedua negara sempat diwarnai perselisihan, AS kini memberikan dukungan langsung kepada Kolombia untuk menangani dampak bencana.
Di sisi lain, pesan belasungkawa Putin juga mendapat respons positif dari pemerintah Kolombia.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketika bencana besar melanda, persaingan dan ketegangan diplomatik dapat berdampingan dengan kerja sama kemanusiaan. Bagi Kolombia, bantuan dari berbagai pihak menjadi penting di tengah upaya menangani korban dan kerusakan akibat gempa dahsyat tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: